Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 4 Oktober 2026
Oximeter, Pengertian dan Cara Bacanya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Semenjak pandemi Covid-19, alat oximeter yang disinyalir dapat membantu mendeteksi virus Covid-19 mendadak kerap muncul di pemberitaan. Namun, apa sebenarnya oximeter? Berikut ini pengertian dan cara membaca oximeter.
1. Pengertian Oximeter
Oximeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi atau mengukur tingkat oksigen di dalam darah manusia tanpa menimbulkan rasa sakit.
Dengan alat ini, Anda dapat mengetahui seberapa efisienkah oksigen yang beredar dalam darah hingga ke jantung atau lengan dan kaki.
Diketahui, kadar oksigen dalam tubuh normal umumnya berkisar antara 95-100 persen. Apabila kadar oksigen Anda di bawah 90 persen, maka kadar oksigen Anda termasuk rendah dan harus mendapat pertolongan medis.
2. Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Oximeter
Oximeter berbentuk seperti klip yang dijepitkan pada jari atau daun telinga. Alat ini menggunakan cahaya sebagai pendeteksi oksigen dalam tubuh.
Dalam beberapa kasus, pasien pengguna oximeter ialah mereka yang memiliki penyakit seperti anemia, asma, kanker paru-paru, dan gagal jantung.
Melansir dari WHO, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan oximeter yakni:
- Pastikan posisi jari berada pas di antara capit oximeter. Hal ini penting dilakukan agar sinar atau cahaya oximeter bisa bekerja dengan benar dan mengukur kadar oksigen secara maksimal.
- Saat menggunakan oximeter di jari, pastikan tidak sedang menggunakan cat kuku atau pewarna, karena akan mengganggu kinerja oximeter.
- Hindari cahaya berlebihan karena akan mempengaruhi kinerja oximeter.
- Jangan bergerak berlebihan ketika menggunakan oximeter agar kinerja lebih akurat.
3. Cara Membaca dan Menggunakan Oximeter
Cara membaca oximeter bisa dilakukan dengan melihat kadar saturasi oksigen (SpO2) dan PRbpm pada pulse oximeter.
Apabila tingkat SpO2 95 persen maka termasuk normal. Namun, jika di bawah 90 persen maka segera datangi klinik kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, PRbpm pada oximeter berfungsi untuk mengukur denyut nadi dan mengetahui berapa kali jantung berdetak selama 1 menit. PRbpm dikatakan normal apabila berkisar antara 60-100 bpm.
Demikian penjelasan tentang oximeter, mulai dari pengertian hingga cara membacanya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1157 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 498 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 489 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 463 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 408 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung