Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Unwar Target Jadi Kampus Rujukan Penelitian Ekowisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Universitas Warmadewa (Unwar) memasang target menjadi kampus rujukan penelitian ekowisata di dunia.
Target ini menjadi salah satu upaya mewujudkan visi Unwar yaitu Menjadi Universitas bermutu yang berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034.
“Kami ingin memberi sumbangan signifikan di bidang ekowisata. Menjadikan Universitas Warmadewa sebagai rujukan penelitian ekowisata,” kata Direktur Warmadewa Research Centre (WARC) I Nyoman Gede Mahaputra, ST., M.Sc., P. hD dalam sosialisasi hibah penelitian Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali tahun 2021 di Denpasar pada Senin (8/3).
Menurut Mahaputra, guna mewujudkan target tersebut maka penelitian-penelitian di Unwar kedepan akan berbasis ekologi atau mengedepankan aspek lingkungan. Penelitian mesti berbasis keberlanjutan yang dapat dilihat dari masing-masing empat dimensi yaitu lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya.
Penelitian juga berbasis keberagaman yaitu keberagaman dalam melibatkan keterlibatan masyarakat, budaya dan pengetahuan masyarakat lokal, dan aspek non-human. Tema penelitian nantinya akan mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan serta pemetaan penelitian dan praktek ekotourism di Bali dan Indonesia.
Menggali nilai-nilai pengetahuan dan kearifan lokal, proses, dan institusi yang berpengaruh terhadap praktek-praktek ekowisata.
Mahaputra menegaskan tema penelitian juga akan diarahkan pada Analisa kritis penunjang ekowisata dalam aspek kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan.
Analisa kritis terhadap wilayah yang dilindungi tapi telah diprivatisasi atau dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.
“Termasuk nanti hingga analisa kritis berbasis ekologi (nature-based) dan berbasis komunitas (community based) pada dampak dari ekowisata pada bidang kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang,” tegas Mahaputra.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan