Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Unwar Target Jadi Kampus Rujukan Penelitian Ekowisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Universitas Warmadewa (Unwar) memasang target menjadi kampus rujukan penelitian ekowisata di dunia.
Target ini menjadi salah satu upaya mewujudkan visi Unwar yaitu Menjadi Universitas bermutu yang berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034.
“Kami ingin memberi sumbangan signifikan di bidang ekowisata. Menjadikan Universitas Warmadewa sebagai rujukan penelitian ekowisata,” kata Direktur Warmadewa Research Centre (WARC) I Nyoman Gede Mahaputra, ST., M.Sc., P. hD dalam sosialisasi hibah penelitian Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali tahun 2021 di Denpasar pada Senin (8/3).
Menurut Mahaputra, guna mewujudkan target tersebut maka penelitian-penelitian di Unwar kedepan akan berbasis ekologi atau mengedepankan aspek lingkungan. Penelitian mesti berbasis keberlanjutan yang dapat dilihat dari masing-masing empat dimensi yaitu lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya.
Penelitian juga berbasis keberagaman yaitu keberagaman dalam melibatkan keterlibatan masyarakat, budaya dan pengetahuan masyarakat lokal, dan aspek non-human. Tema penelitian nantinya akan mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan serta pemetaan penelitian dan praktek ekotourism di Bali dan Indonesia.
Menggali nilai-nilai pengetahuan dan kearifan lokal, proses, dan institusi yang berpengaruh terhadap praktek-praktek ekowisata.
Mahaputra menegaskan tema penelitian juga akan diarahkan pada Analisa kritis penunjang ekowisata dalam aspek kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan.
Analisa kritis terhadap wilayah yang dilindungi tapi telah diprivatisasi atau dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.
“Termasuk nanti hingga analisa kritis berbasis ekologi (nature-based) dan berbasis komunitas (community based) pada dampak dari ekowisata pada bidang kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang,” tegas Mahaputra.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3841 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang