Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Unwar Target Jadi Kampus Rujukan Penelitian Ekowisata
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Universitas Warmadewa (Unwar) memasang target menjadi kampus rujukan penelitian ekowisata di dunia.
Target ini menjadi salah satu upaya mewujudkan visi Unwar yaitu Menjadi Universitas bermutu yang berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034.
“Kami ingin memberi sumbangan signifikan di bidang ekowisata. Menjadikan Universitas Warmadewa sebagai rujukan penelitian ekowisata,” kata Direktur Warmadewa Research Centre (WARC) I Nyoman Gede Mahaputra, ST., M.Sc., P. hD dalam sosialisasi hibah penelitian Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali tahun 2021 di Denpasar pada Senin (8/3).
Menurut Mahaputra, guna mewujudkan target tersebut maka penelitian-penelitian di Unwar kedepan akan berbasis ekologi atau mengedepankan aspek lingkungan. Penelitian mesti berbasis keberlanjutan yang dapat dilihat dari masing-masing empat dimensi yaitu lingkungan, sosial, ekonomi dan budaya.
Penelitian juga berbasis keberagaman yaitu keberagaman dalam melibatkan keterlibatan masyarakat, budaya dan pengetahuan masyarakat lokal, dan aspek non-human. Tema penelitian nantinya akan mengarah pada perkembangan ilmu pengetahuan serta pemetaan penelitian dan praktek ekotourism di Bali dan Indonesia.
Menggali nilai-nilai pengetahuan dan kearifan lokal, proses, dan institusi yang berpengaruh terhadap praktek-praktek ekowisata.
Mahaputra menegaskan tema penelitian juga akan diarahkan pada Analisa kritis penunjang ekowisata dalam aspek kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan.
Analisa kritis terhadap wilayah yang dilindungi tapi telah diprivatisasi atau dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.
“Termasuk nanti hingga analisa kritis berbasis ekologi (nature-based) dan berbasis komunitas (community based) pada dampak dari ekowisata pada bidang kesehatan, infrastruktur, sosial-politik, kebijakan, hukum, ekonomi, bahasa dan sastra, pertanian dan peternakan, kemaritiman, serta pembangunan dan ruang,” tegas Mahaputra.
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun