Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Empat Mahasiswa Ciptakan Alat Pendeteksi Diabetes
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyakit diabetes memang sering menghantui masyarakat Indonesia. Pola makan tak terkontrol membuat penyakit ini banyak diderita oleh para lansia. Bahkan, saat ini tren diabetes dikalangan anak muda juga mulai bermunculan.
Untuk mendeteksi penyakit spele namun mematikan ini, biasanya masyarakat melakukan pengecekan dengan diambil sampel darahnya. Namun, untuk mengetahui penyakit diabetes tersebut kadang membuat masyarakat ketakutan, karena harus berurusan jarum suntik.
Empat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang menciptakan alat pintar pendeteksi diabetes militus yang tidak menimbulkan rasa sakit serta bisa terhubung ke telepon pintar.
Salah seorang mahasiswa anggota peneliti alat pendeteksi Diabetes yang dinamai "Gluconov" tersebut, Diana Almaas Akbar Rajah, dalam siaran pers di Semarang, Kamis, mengatakan alat tersebut tidak akan menimbulkan luka di jari pasien seperti alat pengecek diabetes pada umumnya.
Selain Diana, alat tersebut juga diciptakan bersama tiga mahasiswa Program Studi Teknis Biomedis lainnya, yakni Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul dan Tee, Kevin Tedjasukmana.
Diana menjelaskan Gluconov disusun menggunakan rangkaian spektrofotometri, Light Dependent Resistor, keping polikarbonat, dan motor dengan mikrokontroler.
Ia mengklaim metode ini memiliki akurasi hingga 95 persen.
"Dalam penggunaannya, jari tangan pasien diletakkan pada slot yang telah tersedia, kemudian akan mendeteksi perubahan intensitas cahaya yang dimiliki oleh darah akibat dari paparan cahaya. Perubahan tersebut dihasilkan oleh pembiasan cahaya putih dengan keping polikarbonat," kata Diana dilansir dari ANTARA.
Hasil pengukuran itu selanjutnya akan dikirim ke telepon pintar melalui jaringan wifi. Ia menyebut alat ini nantinya bisa digunakan secara global.
Ia menambahkan alat tersebut akan dijual dengan harga Rp370 ribu per unit, sementara aplikasi pengecek hasilnya bisa diunduh melalui play store.
Ia menuturkan Gluconov sempat menghasilkan penghargaan saat ditampilkan dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5837 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan