Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Nyepi, Warga Lelateng Jembrana Dihebohkan Temuan Mayat Membusuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana saat umat Hindu merayakan hari raya Nyepi, digegerkan dengan penemuan mayat di dalam rumah di lingkungan Terusan, Kelurahan lelateng, Jembrana Minggu (14/03/2021) sekitar pukul 15.30 WITA.
Dari informasi yang dihimpun, diduga warga berprofesi sebagai pedagang es keliling ini sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari lalu.
Mendapat adanya temuan mayat tersebut, hal ini dilaporkan ke pihak Kelurahan dan diteruskan ke aparat kepolisian.
Warga malang ini diketahui bernama Muhamad Basri (66) bekerja sebagai pedagang es keliling. Korban tinggal seorang diri di Lingkungan Ketapang Kelurahan Lelateng.
Mayat korban yang sudah mengeluarkan bau busuk ini pertama kali diketahui oleh, Imam Maksum (42). Saksi mengatakan ia bersama beberapa warga mendatangi lokasi untuk memastikan sumber dari bau busuk yang menyengat tersebut.
"Kami mencium bau busuk dari rumah korban ini, lalu saya coba coba memanggil korban tapi tidak ada jawaban. Lantas saya masuk untuk mengecek ke dalam rumah korban. Setelah saya dengan warga lainnya masuk kedalam rumah ada tumpukan kasur dan dicurgai ada sesuatu di sana," terang saksi.
Akhirnya kecurigaan saksi terbukti, setelah diperiksa ada mayat yang sudah membusuk di balik tumpukan kasur milik korban. Menurut keterangan saksi, tetangganya itu memang tinggal sendiri dan keluarganya tinggal di Denpasar. Korban baru kembali Denpasar empat hari lalu. Korban ini diketahui memiliki penyakit asam urat dan rheumatik.
Setelah Tim Inafis Polres Jembrana mendatangi TKP dan melakukan olah tempat kejadian perkara mayat korban lalu dibawa kamar jenazah RSU Negara.
Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Paramagita mengatakan mayat warga ini ditemukan dalam posisi terlentang.
“Kami sudah minta keterangan saksi-saksi, Kipas angin di kamarnya juga masih hidup,” jelasnya.
Selain itu di dalam kamar korban juga ditemukan obat-obatan yang diduga milik korban. Mayat korban kemudian dititipkan di kamar jenazah RSU Negara sambil menunggu keluarganya dari Denpasar.
Dalam proses evakuasi Banser dan pecalang membantu pengamanannya karena bnyak warga yang penasaran ingin melihat dan bersamaan dengan hari raya Nyepi.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3826 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1770 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang