Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
535 Ekor Burung Punglor Kembang Selundupan Disita Polisi
BERITABALI.COM, NTB.
Aparat kepolisian Mapolsek Rasana'e Barat Kota Bima berhasil menyita 535 burung ekor Punglor Kembang selundupan dari Alor Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (31/3) sekitar pukul 18.00 WITA.
Ratusan burung yang merupakan satwa dilindungi tersebut disita polisi di jalan lintas Tente-Bima. Tepatnya di depan bengkel tambal ban Pantai Lawata Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana'e Barat, Kota Bima.
Selain ratusan burung tersebut, polisi juga berhasil mengamankan enam terduga pelaku dan barang bukti lainnya.
Kasubbag Humas Polres Bima Kota, IPTU Jufrin mengungkapkan berawal dari informasi masyarakat, terkait adanya penyelundupan burung Punglor Kembang dari Alor NTT yang masuk di Bima.
Dengan informasi tersebut tim melakukan pengintaian. Tak berselang lama kendaraan yang digunakan para pelaku melintas di depan petugas.
“Setelah diperiksa, tim berhasil menemukan ratusan burung Punglor Kembang tanpa surar izin dari BKSDA atau dinas terkait,” ungkap Iptu Jufrin, Kamis (1/4).
Kata Jufrin, burung Punglor Kembang atau Anis Kembang yang berasal dari Alor NTT, dibawa menuju pelabuhan Sape Kabupaten Bima menggunakan perahu. Kemudian sesampainya di pelabuhan, dijemput oleh Mobil Avanza EA 1603 LZ. Untuk dibawa ke Desa Parado, Kecamatan Parado dan Desa Simpasai, Kecamatan Monta Kabupaten Bima.
“Usai sampai di dua desa tersebut, selanjutnya akan dibawa menuju Mataram kepada pengepul burung berinisial EV,” terang Iptu Jufrin.
Dijelaskannya, burung tersebut dibeli oleh para pelaku dari para pemburu di Reo NTT dengan harga rata-rata Rp 120 ribu per ekor.
“Burung itu akan diperdagangkan seharga Rp 200 ribu per ekor,” bebernya.
Saat ini keenam pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Polsek Rasana’e Barat guna di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Adapun keenam terduga pelaku tersebut yakni berinisial SY, AZ, AK, TS, AB dan FH.
“Keenam terduga pelaku ini yakni satu orang asal Manggarai NTT, satu asal Simpasai Monta dan empat lainnya warga Desa Parado, Kabupaten Bima,” pungkasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 824 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 752 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 617 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 389 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 339 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun