Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Oknum Kepala Sekolah di Mendoyo Cabuli Siswi SD
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seorang oknum kepala sekolah di salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mendoyo diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah seorang siswi kelas 4 SD.
Oknum Kepsek tersebut GAK (58) diduga menggauli anak didiknya di ruang UKS. Dari informasi Kamis (8/4/2021) kasus ini terungkap dari pengakuan teman korban, sebut saja Flamboyan pada saat belajar bersama di rumah korban (sebut saja Bunga). Saat itu Sabtu (3/4/2021) teman korban bercerita pada ibu korban.
Dikatakan kalau Sandat paling disayang oleh oknum Kepsek tersebut di sekolahnya. Flamboyan menceritakan kalau Sandat sering dicium oleh oknum tersebut di sekolah. Mendengar cerita Flamboyan, ibu korban lantas mencoba menyelidiki.
Namun malam harinya seusai korban dan temannya belajar, orang tua Sandat serius menanyakan informasi itu kepada korban. Bak petir di siang bolong, Sandat dengan polos menceritakan semua yang dialaminya di sekolah dan membenarkan cerita temannya itu.
Sandat menceritakan pada Kamis (4/3/2021) oknum kepsek tersebut pernah menciumnya di sekolah dan melakukan hal tidak senonoh lainnya. Bahkan korban mengaku sampai digauli di ruangan UKS.
Mendengar pengakuan Sandat, ayah korban naik pitam dan tidak terima dengan aksi pencabulan oknum guru tersebut. Kemudian kasus itu dilaporkan ke Polres Jembrana.
"Ya kasus itu sudah dilaporkan ke Polres Jembrana. Coba di cek. Bahkan korban sudah divisum," kata salah seorang tokoh masyarakat di desa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Paramagita dikonfirmasi Kamis (8/4/2021) membenarkan adanya laporan tersebut.
"Tapi itu bukan pemerkosaan. Kami masih melakukan penyelidikan kasus tersebut," jelasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun