Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Persiapan MotoGP, Personel Polisi Dilatih Bahasa Inggris
BERITABALI.COM, NTB.
Dalam rangka menyambut even internasional MotoGP di Mandalika, jajaran personel Kepolisian di Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat mulai dibekali pelatihan bahasa Inggris.
Hal itu dilakukan karena Lombok Tengah ke depan akan menjadi daerah tujuan wisatawan mancanegara dan domestik. Dengan adanya event MotoGP, dimana sirkuitnya berlokasi di wilayah Polsek Kuta Polres Lombok Tengah.
Pelatihan bahasa Inggris diberikan langsung oleh personel yang sudah ditunjuk langsung oleh Kabag Sumda sebanyak 25 orang.
Dari jumlah tersebut, ada sekitar 15 orang yang sudah dipersiapkan untuk menjadi instruktur katagori mahir. Yang sudah diseleksi pada hari Jumat tanggal 30 April 2021, bertempat di ruang vicon Polres Loteng. Dimana satu personel Polsek Janaperia adalah lulusan sarjana Bahasa.
Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho SIK melalui Kabag Sumda, AKP Nuraini mengatakan pelatihan bahasa Inggris diberikan langsung oleh personel yang mempunyai kualifikasi ataupun kemampuan berbahasa Inggris aktif.
“Mereka yang sudah memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik, menjadi instruktur bagi personel Polres Lombok Tengah. Dengan jadwal latihan yang ditetapkan setiap hari ini," terang AKP Nuraini.
Lombok Tengah akan menjadi daerah tujuan wisatawan mancanegara dan domestik dengan adanya even MotoGP. Dimana sirkuitnya berlokasi di wilayah Polsek Kuta Polres Lombok Tengah.
"Mulai dari sekarang kami siapkan personel agar begitu even MotoGP berlangsung, mereka sudah siap dan mampu berbahasa Inggris. Baik personel tingkat Polres dan Polsek, kita siapkan agar mahir berbahasa Inggris,” urai Nuraini.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun