Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Wanita Ini Ceraikan Suaminya Karena Diancam Akan Diceraikan Jika Hamil
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang wanita di Arab Saudi mengajukan gugatan cerai setelah suaminya mengancam akan menceraikannya jika dia hamil. Menyadur Gulf News Senin (31/05) wanita ini menikah tiga tahun dan sudah lelah menghadapi suaminya.
Tak takut ancaman suaminya, wanita justru mendaftar gugatan cerainya di pengadilan. Ia juga menuntut kompensasi atas luka yang dideritanya selama pernikahan.
Wanita ini mengatakan suaminya tidak memiliki masalah atau hambatan hukum yang mencegahnya untuk memiliki anak. Menurutnya, pria itu hanya tak mau dibebankan tanggung jawab yang besar.
“Sebaliknya, dia menolak itu dengan dalih bahwa dia tidak ingin memikul tanggung jawab anak dan dia tidak menemukannya sampai setelah menikah,” katanya.
Setiap kali dia ingin hamil, suaminya akan menyerang dan mengancam akan menceraikannya. “Dan ketika saya menuntut cerai, dia menolak dan mengirim saya ke rumah keluarga saya,” katanya.
Konsultan hukum Salih Al Huraibi mengatakan mengandung dan memiliki anak merupakan hak yang sah bagi istri sehingga tindakan melarang perempuan untuk memiliki anak tanpa hambatan hukum tidak diperbolehkan.
"Syariah datang untuk melestarikan keturunan manusia dan mencegah perempuan memiliki anak adalah bertentangan dengan itu."
"Soal tuntutan ganti rugi atas kerusakan psikologis yang dialaminya, terserah pengadilan yang memutuskan," kata Al Huraibi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1617 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun