Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Jokowi Sampaikan Duka Cita Markis Kido Meninggal Dunia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi sampaikan duka cita Markis Kido meninggal dunia. Itu terlihat dari karangan bunga duka cita yang dikirimkan Jokowi ke rumah Markis Kido di Bekasi.
Saat ini jenazah Markis Kido sudah dimandikan dan akan disegerakan untuk dimakamkan di TPU Kebon Nanas Jakarta Timur.
Pantauan SuaraBekaci.id, susana di rumah duka diramaikan oleh kerabat dan juga warga sekitar kediaman orang tua Markis Kido d Jalan Gemak B149, RT.003/RW.009, Jaka Setia, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi.
Terlihat banyak karangan bunga dari Presiden Jokowi, Menpora, dan Pejabat petinggi lainnya. Karangan bunga dari teman sesama atletnya juga cukup banyak, hingga terdapat karangan bunga dari teman atlet Markis Kido dari negara Malaysia.
Sebelumnya, Markis Kido meninggal saat olahraga.
Markis Kido meninggal diduga karena serangan jantung. Markis Kido meninggal, Senin (14/6/2021) malam. Almarhum meninggalkan seorang istri, Richasari Pawestri. Selain itu, Kido juga meninggalkan dua putri.
Markis Kido berpulang di usia 36 tahun. Selain menyabet medali emas di Olimpiade 2008, Markis juga sempat memenangi Kejuaraan Dunia pada 2007, serta Piala Dunia Badminton pada 2006 silam.
Di puncak kariernya, ia dikenal sebagai tandem sehati Hendra Setiawan di sektor ganda putra Indonesia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 270 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 189 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun