Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Vaksin Moderna Diklaim Paling Ampuh Cegah Varian Delta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Virus corona SARS Cov-2 yang jadi penyebab pandemi Covid-19 terus berkembang. Terbaru, varian delta diklaim sebagai penyebab meningkatnya kasus di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Lebih dari satu tahun mewabah secara global, virus itu telah menyebabkan 182,56 juta kasus positif Covid-19. Sebanyak 3,95 juta orang di antaranya meninggal dunia.
Dalam 24 jam terakhir, situs worldometers mencatat 367.776 orang di dunia terkonfirmasi positif Covid-19. Selain itu, 7.443 orang meninggal akibat infeksi dan 404.774 orang berhasil sembuh.
Virus corona varian delta yang pertama kali ditemukan di India masih menjadi sorotan dunia. Varian tersebut telah menyebar ke banyak megara dan menyebabkan lonjakan kasus, termasuk di Indonesia.
Kabar baiknya, vaksin Covid-19 Moderna menunjukkan mampu atasi varian Delta, dalam studi laboratorium. Dengan sedikit penurunan respons dibandingkan dengan jenis aslinya, kata peneliti.
Penelitian dilakukan pada serum darah dari delapan peserta yang diperoleh satu minggu setelah mereka menerima dosis kedua vaksin, mRNA-1273.
Vaksin tersebut memicu respons antibodi terhadap semua varian yang diuji, menurut Moderna, tetapi yang tetap kalah dalam semua kasus dengan aktivitas penetralan vaksin terhadap jenis virus corona asli yang pertama kali ditemukan di China.
Vaksin itu jauh lebih efektif dalam memproduksi antibodi terhadap varian Delta daripada melawan varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, data menunjukkan.
Terhadap tiga versi varian Beta, antibodi penetralisir yang dihasilkan vaksin berkurang enam hingga delapan kali lipat dibandingkan dengan yang diproduksi melawan strain asli. Sementara pengurangan 3,2 hingga 2,1 kali lipat terlihat untuk garis keturunan varian yang pertama kali diidentifikasi di India termasuk Delta dan kappa.
"Data baru ini mendorong dan memperkuat keyakinan kami bahwa vaksin Moderna Covid-19 harus tetap protektif terhadap varian yang baru terdeteksi," kata Kepala Eksekutif Stéphane Bancel dikutip Channel News Asia.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5837 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2564 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan