Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
18 Korban KMP Yunicee Masih Dalam Pencarian
Posisi Bangkai Kapal Tidak Bergeser
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejumlah pihak terkait melaksanakan peninjauan lokasi tempat ditemukannya bangkai kapal KMP Yunicee yang berada di kedalaman kurang lebih 78 meter dengan menggunakan KRI Rigel-933 dan dibantu dengan KRI Singa-651, Kal Rajegwesi beserta prajurit Posal Gilimanuk, Jumat (02/07/2021).
Adapun pihak yang ikut dalam peninjauan diantaranya, Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P. (Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar), Letkol Laut (P) Eros Wasis, M.Tr.Han., CTMP. (Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi) dan Drs. Dwi Yanto (Kadishub Kabupaten Banyuwangi) beserta Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim, S.T. M.Tr. Hanla (Komandan KRI Rigel-933)
Dalam kegiatan operasi SAR hari keempat kali ini yang menggunakan KRI Rigel-933 TNI AL memastikan kondisi KMP Yunicee yang berada di kedalaman kurang lebih 78 meter tidak mengalami pergerseran lokasi awal, dengan kondisi kapal posisi duduk (tidak terbalik) sama seperti awal dari pencarian awal.
Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim, M.Tr.Hanla. menjelaskan Operasi ini langsung diarahkan menuju titik lokasi dimana ditemukannya KMP Yunicee untuk di lakukan pengambilan data Backscatter dan Bathymetry Multibeam Echo Sounder dimana data ini dibutuhkan untuk menampilkan hasil 3D keadaan subjek yang dicari yaitu KMP Yunicee.
Kendala yang dihadapi pada saat melaksanakan pencarian KMP Yunicee terdapat pada arus laut yang begitu kuat dengan kondisi arus laut mengarah dari utara ke selatan. Pada saat KRI Rigel-933 berjalan ke arah selatan dengan baringan yang kencang dapat menghasilkan kecepatan 11 hingga 12 knots sedangkan sebaliknya jika berjalan dari selatan ke arah utara ditempuh dengan kecepatan 0.6 hingga 2.0 knots.
Dengan posisi saat ini letak KMP Yunicee dengan jarak 1.65 Km dari arah selatan pelabuhan Gilimanuk sehingga tidak mengganggu jalannya alur penyebrangan dari pelabuhan Gilimanuk ke pelabuhan Ketapang atau sebaliknya. Dan dengan kondisi kedalaman yang jauh dari permukaan air laut.
Hasil data terupdate yang dikumpulkan dari rekan rekan intansi yang sudah bekerjasama dengan stakeholder terkait jumlah yang tercatat ada 76 Personel On Board (POB), kemudian yang sudah ditemukan sebanyak 58 orang, kemungkinan masih ada 18 orang yang masih dalam proses pencarian.
Kadishub Kabupaten Banyuwangi Drs. Dwi Yanto menambahkan bahwa memang benar posisi KMP Yunicee sampai saat ini tidak bergeser dan tetap pada posisi. Dengan kejadian ini pihaknya selaku Dinas Perhubungan Kab. Banyuwangi akan melaksanakan perbaikan secara sistemik pada standarisasi pelayanan minimal, pengecekan bagaimana kondisi usia kapal dan proses perawatan kapal selama dipakai.
Sehingga mengurangi hal hal yang tidak diinginkan dan kedepannya dapat menunjang keamanan penyebrangan terhadap para penumpang kapal.
"Kita Dinas Perbuhubungan juga akan segera menindaklanjuti hal ini dengan melaksanakan evaluasi dan regulasi yang dapat memberikan jaminan keselamatan bagi para abk maupun khususnya para penumpang," katanya.
Kedepannya TNI AL akan terus melaksanakan kegiatan Operasi SAR dengan bergabung dengan stake holder lainnya guna mempercepat proses pencarian korban yang masih belum ditemukan. Danlanal Denpasar banyak mengucapkan terima kasih karena kegiatan operasi SAR ini banyak dapat dukungan dari masyarakat sekitar.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4124 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun