Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Viral Kucing Santai Bawa Plasik Jajanan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Di zaman sekarang, pesan antar makanan sudah jadi hal yang lumrah di sejumlah tempat. Biasanya, orang akan menggunakan aplikasi ojek online (ojol) untuk transaksi pesan antar makanan.
Namun rupanya ada hal berbeda yang bikin publik tertawa. Hal ini dibagikan melalui akun Twitter @twitkocheng.
Alih-alih manusia yang membawa makanan, unggahan foto itu justru menampilkan hal berbeda. Tampak seekor kucing oranye yang berjalan santai membawa makanan.
Makanan tersebut diletakkan di plastik kresek bening sehingga tampak isian di dalamnya. Rupanya kucing tersebut membawa aneka sate dan juga bungkus makanan lainnya.
Terdapat 3 tusuk sate di dalam plastik bening itu, Ukuran makanan yang ia bawa bahkan jauh lebih besar daripada kepalanya.
Dengan mulut mungilnya, kucing tersebut menggigit dan mengangkut makanan. Ia pun santai melangkah di tepi jalan untuk mengantarkan makanan tersebut.
Aksi kucing oranye ini pun membuat publik tergelitik. Bagaimana tidak? Kucing itu menenteng makanan seperti anak yang baru saja pulang jajan dari warung.
Foto ini kemudian menarik banyak sekali perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Ngaku lu cing nyolong di mana itu plastik isi makanan?" Komentar seorang warganet.
Warganet lainnya ikut berkomentar. "Ngakak banget wkwkwk. Andai kucingku bisa disuruh beli makanan, dah ku minta dia buat beli ke abang-abang telur gulung," ujar warganet ini.
"Kucingku kalo pulang bawa makanan pasti aku seneng. Nah ini si kucing dateng ke rumah malah bawa tikus yang udah mati," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hanya dalam hitungan jam, unggahan ini sudah disukai sebanyak lebih dari 4 ribu akun Twitter.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun