Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Ngidam Mangga, Mertua Langsung Bawakan Segudang Buah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang warganet menceritakan pengalamannya saat sedang ngidam mangga di usia kehamilan muda. Tak lama, ia langsung mendapatkan kiriman segudang mangga dari sang mertua.
Kisah itu dibagikan oleh seorang anonim melalui akun menfess di Twitter. Kini kisah tersebut mendadak viral di media sosial.
Awalnya, wanita itu merasakan ingin ngidam ingin makan mangga pukul 02.00 dini hari.
Mencari mangga di jam pagi buta tentu tidak mudah. Terlebih jika belum memasuki musim panen buah mangga.
Alhasil, ia hanya bisa menahan hasrat untuk makan buah mangga.
Tak lama kemudian sang mertua datang bak dewa penolong. Ia membawakan mangga sesuai keinginan menantunya yang tengah mengandung itu.
Tak tanggung-tanggung, mangga yang dibawa sangat banyak sampai seperti hendak berjualan mangga.
"Dibawain mangga sama mama mertua sebanyak ini perkara jam 2 malam ngidam mangga," tulisnya.
Ia mengunggah foto penampakan mangga-mangga yang dibawa sang mertua. Ada empat kardus berukuran besar berisi penuh buah mangga.
Curhatan warganet itu langsung mencuri perhatian dan menjadi bahan perbincangan publik.
Hingga Kamis pagi, cuitan tersebut telah disukai lebih dari 11 ribu pengguna dan dibanjiri ratusan komentar warganet.
Banyak warganet iri dengan si warganet karena memiliki mertua yang begitu pengertian.
"Punya mertua begini tapi enggak cantik, enggak kaya, enggak berprestasi bisa enggak sih," kata seorang warganet.
"Punya mertua baik adalah rezeki dan anugrah," ucap warganet lainnya.
"Wah mertuanya perhatian banget ya, ucapin makasih jangan lupa. Semoga besok aku juga dapat mertua yang baik, sayang dan perhatian sama aku," tutur seorang warganet.
"Mama kamu kayak gini enggak? Kalau iya aku mau jadi mantunya," balas warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli