Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Diduga Pakai Sabu-Sabu
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ramai beredar kabar dugaan pasangan suami istri, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, yang diamankan sebagai barang bukti oleh aparat kepolisian.
Sabu-sabu atau meth jadi salah satu narkotika yang paling banyak digunakan di kalangan publik figur. Barang haram itu seolah jadi momok di tengah pergaulan industri hiburan.
Padahal sabu-sabu adalah salah satu obat terlarang yang penggunaanya harus berdasarkan pemantauan dokter, dengan diagnosis dan jumlah dosis yang sangat terbatas karena efek sampingnya yang berbahaya.
Tapi sebenarnya, apa sih dampak sabu bagi tubuh, benarkah sangat berbahaya? Mengutip WebMD, Kamis (8/7/2021) setidaknya ada 5 efek berbahaya sabu-sabu untuk tubuh, seperti sebagai berikut:
1. Sebabkan gangguan mental
Penggunaan sabu-sabu memang bisa meningkatkan rasa senang, karena memaksa otak memproduksi sel dopamin atau hormon bahagia. Tapi itu hanya bersifat sementara, setelahnya bisa menimbulkan efek mudah tersinggung dan stres.
Selanjutnya sabu-sabu bisa membunuh sel-sel dopamin di otak, dan merasa tidak lagi bahagia seperti di awal, yang akhirnya menyebabkan gejala psikosis atau gangguan mental.
2. Kematian karena sakit jantung
Penyakit jantung adalah penyebab kematian kedua bagi pengguna sabu-sabu. Itu karena obat terlarang ini bisa meningkatkan tekanan darah, mempersempit pembuluh darah, dan mempercepat detak jantung.
Hasilnya efek di atas bisa menyebabkan otot jantung kolaps dan tidak mampu memompa. Ditambah pengguna sabu bisa menyebabkan kolesterol tinggi yang juga menyebabkan sakit jantung.
3. Mudah terinfeksi virus corona
Ini akibat dari melemahnya sistem kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang kuman dan virus termasuk di antaranya virus corona, dampak dari penggunaan sabu-sabu.
Sabu-sabu juga bisa memperparah kondisi orang dengan HIV, hepatitis B dan C. Penggunaan sabu-sabu juga meningkatkan risiko sakit AIDS akibat serangan virus HIV, hepatitis B dan C.
4. Kulit dan ginjal rusak
Penggunaan sabu-sabu bisa mengakibatkan rasa gatal yang sangat parah, sehingga kulit mudah tergores dan menyebabkan kerusakan.
Ditambah ginjal yang berusaha menyaring racun, akibat penggunaan sabu berlebih juga bisa cepat rusak.
5. Rahang mulut sulit membuka
Penggunaan sabu-sabu bisa menyebabkan kerusakan gigi, bahkan bisa mengalami masalah yang disebut 'mulut sabu'.
Gejalanya meliputi rahang terkatup atau menutup, sehingga kesulitan membuka mulut dan mengunyah makanan, hasilnya sakit kepala, nyeri rahang dan harus menjalani operasi kosmetik untuk memperbaiki.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 497 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 387 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 381 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik