Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Perusahaan Es Krim Ini Hentikan Penjualan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ben & Jerry's, sebuah perusahaan es krim asal Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka akan menghentikan penjualan di wilayah Palestina yang diduduki Israel.
Ben & Jerry's, menyadur Al Jazeera Selasa (20/7/2021) akan berhenti menjual es krimnya di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur.
Permukiman Israel di wilayah pendudukan secara luas dianggap ilegal oleh masyarakat internasional dan hambatan bagi perdamaian.
Dalam sebuah pernyataan di situs web resmi perusahaan, pembuat es krim yang berbasis di Vermont tersebut mengatakan bahwa pihaknya mengakui kekhawatiran penggemarnya akan isu Palestina.
"Kami memiliki kemitraan lama dengan pemegang lisensi kami, yang memproduksi es krim Ben & Jerry's di Israel dan mendistribusikannya di wilayah tersebut," jelas Ben & Jerry's.
"Kami telah bekerja untuk mengubah ini, jadi kami telah memberi tahu pemegang lisensi bahwa kami tidak akan memperbarui perjanjian ketika berakhir pada akhir tahun depan." sambungnya.
Pernyataan tersebut keluar sebulan setelah sebuah kelompok bernama Vermonters for Justice in Palestine meminta Ben & Jerry's tidak terlibat lagi di Israel.
"Berapa lama lagi Ben & Jerry's mengizinkan es krim buatan Israel untuk dijual di pemukiman khusus Yahudi sementara tanah Palestina disita, rumah-rumah Palestina dihancurkan, dan keluarga Palestina di lingkungan seperti Sheik Jarrah menghadapi penggusuran untuk memberi jalan? untuk pemukim Yahudi?" ujar Ian Stokes dari organisasi mengatakan dalam rilis berita 10 Juni.
Meskipun produk Ben & Jerry's tidak akan dijual di wilayah pendudukan, perusahaan mengatakan akan tetap hadir di Israel.
Keputusan Ben & Jerry's tersebut disambut baik oleh Gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) dan pemerintah Palestina.
BDS merupakan kampanye akar rumput pimpinan Palestina yang menyerukan boikot terhadap institusi dan bisnis dari Israel.
BDS menyebut keputusan perusahaan es krim tersebut sebagai langkah yang menentukan untuk mengakhiri keterlibatannya dalam pendudukan Israel.
"Kami berharap Ben & Jerry's memahami bahwa, selaras dengan komitmen keadilan sosialnya, tidak akan ada bisnis dengan apartheid Israel," jelas BDS dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Palestina juga mengungkapkan bahwa mereka sangat menyambut baik keputusan dari Ben & Jerry’s tersebut.
"Kami menyambut baik keputusan perusahaan mana pun untuk menghentikan pekerjaan dan investasinya di wilayah permukiman Israel," ucap Wasel Abu Youssef, anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina.
Aida Touma-Sliman, seorang warga Palestina dan legislator Gabungan partai-partai Arab juga mendukung keputsan Ben & Jerry's. Ia menyebut bahwa keputusan itu adil dan bermoral.
Dia menambahkan bahwa wilayah pendudukan bukan bagian dari Israel danlangkah itu merupakan langkah penting untuk membantu menekan pemerintah Israel untuk mengakhiri pendudukan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang