Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Viral Potret Lawas Surabaya Tahun 1960-1970
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Potret lawas Kota Surabaya baru-baru ini menjadi viral. Foto tersebut tampak menunjukkan suasana Kota Pahlawan sekitar tahun 1960 sampai 1970-an.
Potret ini mendapatkan perhatian setelah dibagikan oleh akun Instagram @perfectlifeid. Hingga berita ini dipublikasikan, sedikitnya 3.600 pengguna Instagram menyukai foto tersebut.
Dalam foto, terlihat masyarakat Surabaya sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Foto ini diambil di trotoar dan jalanan Surabaya pada masa itu.
"Pejalan kaki menggunakan trotoar dan menyeberang jalan di Surabaya sekitar tahun 1960-1970," tulis @perfectlifeid sebagai keterangan Instagram.
Ada dua foto yang diunggah. Foto pertama menunjukkan pejalan kaki di trotoar. Ada sepasang wanita yang berjalan bersama dengan gaya modis.
Mereka menggunakan dress tanpa lengan, satu berwarna merah muda dan satu berwarna putih. Keduanya tampak berjalan sambil berbincang.
Selain dua wanita itu, ada wanita lainnya yang melintas seorang diri. Bedanya, wanita ini mengenakan kebaya dan membawa barang belanjaan.
Ia diduga merupakan pedagang sayur. Sementara di pinggir trotoar, duduk pria-pria yang memakai baju serba putih, kemeja dan celana putih.
Mereka duduk dan berjongkok mengamati pejalan kaki. Gaya pria-pria tersebut juga tak kalah modis, dengan memakai kacamata hitam dan sepatu hitam mengkilap.
Foto pertama itu memang menunjukkan suasana di masa lalu, bak film-film jadul. Semakin lengkap, ada mobil kuno berwarna hitam mengkilap yang parkir di pinggir jalan.
Sementara itu, foto kedua juga menunjukkan aktivitas pejalan kaki. Mereka sedang menyeberang kendaraan yang cukup pada manusia.
Terlihat, wanita dan pria berpakaian dengan modis dan rapi. Wanita mengenakan dress dan rok tanpa lengan. Sementara para pria mengenakan kemeja dan celana panjang.
Mereka semua tampak menyeberangi jalan yang masih ada trem. Foto itu juga menunjukkan adanya wanita yang mengenakan kebaya, serta pria mengenakan baju santai dan peci.
Kesan lawas dalam foto itu dipertegas dengan becak-becak yang melintas. Tukang-tukang becak memakai celana pendek dan kaus, dilengkapi topi kain yang melindungi mereka dari teriknya panas Matahari.
Suasana dalam kedua foto itu sendiri langsung mendapat perhatian warganet. Mereka memuji habis-habisan gaya berpakaian warga Surabaya pada tahun 1960-1970.
Warganet menilai gaya berpakaian di masa itu begitu modis dan classy. Bahkan, ada yang menyebut itu merupakan gaya berpakaian terbaik karena bebas dan sopan, tanpa adanya nyinyiran organisasi masyarakat tertentu.
"Indahnya fashion pada saat itu ya. Orang bebas mengenakan pakaian apapun (yang penting sopan) tanpa adanya rasa was-was dikritik dan dihakimi secara verbal oleh ormas ini dan itu," komen warganet.
"Pada tahun sekian pakai kacamata hitam di segala aktivitas kayaknya memang hitsnya ya? Saya lihat foto-foto jadul orang tua saya juga beberapa kali terdokumentasikan pake kacamata hitam," beber warganet.
"Jaman dulu fashion-nya modis, classy tapi tetep anggun ya," puji warganet.
"Yang pakai kebaya pakai kebaya, yang pakai dress pakai dress," tambah yang lain.
"Saat itu bapak-bapak pakaiannya rapih, berkerah," tulis warganet.
"Rasanya gaya berbusana kita lebih modern dan berbudaya zaman dulu ya. Ada yang sependapat?" tanya lainnya.
"Kok ngeliat perempuan-perempuan Indonesia tempo doeloe itu serasa udara pegunungan sejuk secara etika dan estetikanya ya," ujar warganet.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4554 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2360 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2015 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun