Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 25 September 2026
Data Kemenkes Diduga "Nyaplir", Warga Protes Dicovidkan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Data Kementerian Kesehatan RI tentang pasien Covid-19 diduga tidak sinkron atau "nyaplir". Hal itu berdasarkan pengalaman seorang warga Denpasar, Siti Herlina.
Meski hasil tes rapid antigen menyatakan dirinya negatif Covid-19, dia justru mendapat pesan dari akun whatsapp bahwa dirinya divonis positif Covif-19 dan disarankan melakukan isolasi. Diwawancarai wartawan, suami Herlina menjelaskan bahwa dia menerima pesan itu pada Selasa, (3/8/2021).
Sebelumnya dia menjalani tes antigen di Puskesmas Denpasar Barat II tanggal 31 Juli 2021 lalu. Pesan singkat yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19 itu membuat kepanikan pihak keluarga. Pihak keluarga mempertanyakan asal-usul Kemenkes bisa menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.
"Ini bagaimana kok bisa dinyatakan positif Covid-19, padahal hasil antigen istri saya negatif. Dalam ketentuan yang disampaikan di lingkungan Banjar saya, hanya orang yang dites antigen positiflah yang dilanjutkan swab PCR untuk menentukan positif atau negatif," ujar suami Siti Herlina, Jumat (6/8/2021).
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meragukan validitas data jumlah pasien Covid-19 yang setiap hari dirilis Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Pemkot Denpasar. Pihak keluarga pun memprotes kejadian tersebut karena tidak ada bukti yang menyatakan Siti Herlina positif Covid-19.
Diceritakan sang suami, awalnya salah seorang anggota keluarga Siti Herlina menderita sakit flu. Karena curiga kena Covid-19, lantas mereka memeriksakan anggota keluarganya dan langsung tes PCR.
Hasil tes PCR yang dikeluarkan UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali menyatakan seorang anggota keluarga ibu Siti Herlina positif.
Menyusul temuan tersebut, seluruh keluarga Siti Herlina di Purnawira dilakukan tracing dengan tes antigen. Menurut petugas, jika ada yang hasil tes antigennya positif, maka wajib melanjutkan ke tes swab PCR untuk menentukan apakah warga tersebut benar positif Covid-19 atau tidak.
Siti Herlina bersama anggota keluarganya yaitu suami dan dua anaknya juga menjalani tes antigen dan hasilnya semua negatif, sehingga tidak satupun dari anggota keluarga Siti Herlina yang lanjut menjalani test swab PCR.
"Halo Bapak/Ibu SITI HERLINA. NIK kamu 51710168108** terdata dalam sistem Kemenkes RI sebagai pasien positif Covid-19. Kami ingin menginformasikan bahwa Covid-19 dapat disembuhkan dan kamu berhak mendapatkan konsultasi dokter dan Obat GRATIS dari Kemenkes RI. Dokter akan langsung menghubungi kamu untuk memberikan konsultasi & resep untuk ditebus GRATIS, balas dengan YA untuk konfirmasi. Salam Sehat. Kementerian Kesehatan RI," demikian tulisan pemberitahuan melalui WhatsApp yang diterima Siti Herlina.
Terkait hal tersebut, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Denpasar.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8428 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5801 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3629 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2454 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar