Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Wanita Ini Kaget Temukan Abu Jenazah di Dalam Liontin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang wanita bernama Nadine Roy, dari Gatineau, Quebec, membeli kalung dengan liontin kupu-kupu yang akan diisi dengan abu jenazah sang nenek sebagai kenang-kenangan.
Namun ia kaget karena mendapati liontin itu sudah berisi sisa-sisa kremasi orang asing, dengan rambut manusia yang kecil di dalam tumpukan abu.
Menyadur Unilad kamis (12/08), Nadine memberikan ulasan dengan satu bintang pada penjual kalung dan menggambarkan transaksi ini sebagai hal yang 'sangat mengganggu', sambil bertanya 'bagaimana ini terjadi?'
"Aku sakit perut. Aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Ini tidak dapat diterima. SIAPA YANG AKAN MENGEMBALIKAN ABU Jenazah???"
Sambil mengekspresikan permintaan maafnya kepada 'sosok yang terganggu', Nadine memperingatkan pelanggan lain agar menghindari transaksi dengan penjual ini saat belanja online.
Kalung yang dijual dengan merek WINNICACA ini dijual oleh seller China Minfeel Jewelry yang dideskripsikan sebagai 'penjual baik' oleh Amazon dan memiliki bintang 4,8 berdasarkan lebih dari 300 ulasan pelanggan.
Liontin serupa yang dibeli untuk saudara laki-laki dan ibunya tiba dengan plastik penuh, sedangkan dia menerima miliknya dalam tas Ziploc. Nadine langsung menghubungi Amazon juga Minfeel Jewelry.
Penjual menawarkan pengembalian dana dan tak dapat mengirim liontin pengganti karena masalah inventaris.
Nadine kemudian menggantung kalung itu di pohon, di pemakaman Ottawa di lokasi yang menurutnya damai, tenang, indah untuk dilihat. "Ini adalah hal yang paling terhormat yang bisa saya lakukan".
Minfeel Jewelry memberi tahu Nadine bahwa Amazon bertanggung jawab atas pengiriman produk, namun tidak menanggapi permintaan komentar. Amazon juga menolak memberikan komentar.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli