Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Depresi Karena Terhimpit Ekonomi, Petani Gantung Diri
BERITABALI.COM, NTB.
Warga Dusun Montong Lauk, Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB dihebohkan dengan tewasnya SH.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini ditemukan tewas tergantung pada seutas tali di dalam kamarnya, Selasa (17/8) pagi sekitar pukul 07.00 WITA.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban semasa hidupnya mengalami depresi karena faktor ekonomi. Diduga karena permasalahan itulah yang membuat korban mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya.
"Sebelum mengakhiri hidupnya, korban sempat berkeluh kesah dengan keluarganya tentang himpitan ekonomi yang dialaminya,” kata Kapolsek Narmada, Iptu Gusay.
Kapolsek juga mengatakan, saat divisum ada bekas luka tali pada daerah sekitar leher, lidahnya kegigit, air liurnya keluar terus. Jadi dokter menyimpulkan korban memang meninggal karena gantung diri.
“Dari hasil visum jenazah atau pemeriksaan medis hasilnya terdapat luka lebam pada leher, menguatkan bahwa korban meninggal akibat gantung diri. Tidak ada ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada kekerasan fisik,” jelasnya.
Terkait kematian korban, Istri dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3451 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun