Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Isoter Digencarkan, Kasus Aktif Covid-19 di Bali Menurun

Sabtu, 21 Agustus 2021, 12:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Grafik data perkembangan kasus covid-19 di Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kasus Covid-19 di Bali mulau menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari semakin menurunnya jumlah kasus aktif di Provinsi Bali dalam lima hari terakhir. 

Sejak hari Senin 16 Agustus 2021 hingga 20 Agustus 2021 kasus aktif di Provinsi Bali terus mengalami penurunan dari 11.303 kasus aktif menjadi 10.387 kasus aktif.

Tren positif ini seiring dengan aktifnya Satgas Covid-19 Provinsi Bali bersama TNI dan Polri menggalakkan Isolasi Terpusat (Isoter) dalam beberapa hari terakhir. 

Jumlah pasien Isoter yang pada hari Senin berjumlah 2.441 orang kini sudah berhasil mencapai 3.919 orang pasien menjalani isoter yang secara otomatis juga menurunkan jumlah pasien Isolasi Mandiri (Isoman). Jumlah ini masih berpotensi terus meningkat dengan semakin banyaknya lokasi Isoter yang disiapkan pemerintah. 

Pada hari Jumat, 20 Agustus 2021 tercatat terdapat 363 tempat Isolasi Terpusat yang tersebar di seluruh Kabupaten / Kota dan Provinsi Bali dengan total kapasitas 6.119 tempat tidur. Kasus aktif saat ini didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG) atau gejala ringan. 

Ini ditunjukkan dengan jumlah pasien isoter yang diperkirakan hari ini sudah lebih banyak daripada pasien isoman, sedangkan pasien yang dirujuk di RS jauh lebih rendah dibandingkan pasien isoter/isoman. 

Untuk terus mendorong tren yang baik ini, Satgas Covid-19 Provinsi Bali tetap menghimbau agar masyarakat yang menjalankan isoman secara sadar pindah ke isoter yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah sehingga pandemi menjadi lebih cepat terkendali.

Strategi Bersama

Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa penanggulangan virus covid-19 harus dilakukan bersama-sama untuk membantu pemerintah melakukan isolasi terpusat (isoter) dan tracing di masyarakat. 

Apalagi saat ini virus varian delta yang merupakan varian baru covid-19 menghantam Bali dan penyebarannya masih masif. 

Pangdam Maruli Simanjuntak mengaku mendapat laporan dari jajarannya bahwa personelnya sehari bisa melakukan tracing terhadap 200 orang. Begitu pula pemindahan pasien Isolasi Mandiri (Isoman) ke tempat Isolasi Terpusat (Isoter).

"Jadi kita sepakati bahwa urusan Covid-19 ini harus bekerja sama. Semua unsur harus terlibat dan bekerja sama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan masalah ini sendiri," ungkap Mayjend Maruli saat bincang-bincang dengan wartawan di Media Center Jalan Melati Denpasar, Jumat 20 Agustus 2021.  

Jenderal bintang dua di pundak ini menegaskan bahwa tanpa dukungan dari instansi lain, TNI tidak bisa berbuat banyak. Namun dalam hal penanganan Covid-19 tetap perlu kerja sama. 

"Pemda, TNI/Polri, Dinas Kesehatan, dan lainnya harus kerja sama. Saling mengisi kekurangan," pintanya. 

Dibeberkan Mayjend Maruli, pihaknya dan Polri selalu bergerak cepat memindahkan pasien Isoman ke Isoter karena Pemda sudah menyediakan tempat yang representatif. 

"Saat ini tracing betul-betul dikerjakan. Karena Covid-19 varian delta ini penyebaran lebih cepat," ungkapnya. 

Diterangkanya, bila tenaga kesehatan yang melakukan tracing tidak akan bisa maksimal namun keterbatasan itu akan tetap dibantu. Bahkan para Babinsa dilatih untuk jadi swaber. 

Pangdam Maruli mengakui menangani masalah Covid-19 memiliki tantangan tersendiri. Dimana personel di lapangan harus bisa memberi penjelasan yang baik kepada masyarakat. 

"Saya dikirimi video oleh anggota saya bagaimana mereka berhadapan dengan masyarakat. Itu harus kita hadapi. Kalau anggota TNI disuruh Isoter sekali perintah langsung jalan," pungkasnya.

Ditegur Luhut

Sebelumnya, Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan menegur penanganan Covid-19 di Bali. Hal itu dia sampaikan dalam kunjungannya ke Bali pada Kamis (12/8).

Dia memerintahkan agar penanganan pandemi di Bali segera dievaluasi. Menyikapi kondisi itu, Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali segera mengambil sikap. Salah satunya memindahkan warga yang me jalani isolasi mandiri menuju isolasi terpusat. 

"Bagi warga yang telah mengikuti isolasi mandiri di rumah, kurang dari 10 hari agar segera dibawa ke isolasi/karantina terpusat," ujar Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam jumpa pers pada Jumat (13/8) sore. 

Terkait hal tersebut, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, memerintahkan Dandim dan Kapolres ditugaskan untuk menjemput warga tersebut. 

Sedangkan yang sudah mengikuti isolasi mandiri di rumah selama 10 hari atau lebih, boleh tetap di rumah menugaskan perbekel/lurah dan benesa adat se-Bali untuk mengawasi warganya itu.

Warga yang kontak erat agar tidak mengikuti aktivitas di masyarakat meskipun hasil Testing Swab Antigen/PCR negatif.

"Warga yang terkena kasus baru Covid-19 dengan kondisi tanpa gejala atau sehat (OTG) diwajibkan mengikuti isolasi/karantina terpusat, tidak dibolehkan isolasi mandiri di rumah untuk menghindari penularan dalam keluarga," ungkap Gubernur. 

Bupati/Walikota berkewajiban menyiapkan fasilitas isolasi/karantina terpusat dengan biaya dari APBD dan dibantu oleh Gubernur mulai hari ini.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami