Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Warung Kelontong Mesti Diedukasi, Tidak Jual Rokok ke Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pedagang dan warung kelontong jadi bumerang untuk menurunkan angka perokok anak di Indonesia. Ini karena sebagian masih menjual rokok pada anak.
Itulah mengapa, Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Risky Kusuma Hartono meminta pemerintah melarang penjualan rokok anak dan ibu hamil.
"Menjual rokok pada anak merupakan pelanggaran peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012, yang melarang menjual rokok kepada anak dan ibu hamil," ujar Risky dalam acara diskusi Accelerating SDGs Through EduTech, Sabtu (21/8/2021).
Meskipun hingga saat ini belum ada aturan jelas tentang sanksi dan praktik pelarangan ini, lantaran revisi PP 109 tahun 2012 tidak kunjung disahkan, maka yang bisa dilakukan saat ini adalah memberikan edukasi kepada pemilik warung untuk tidak menjual rokok kepada usia anak.
Kata Risky, alih-alih penegakan tindakan represif atau melalui hukuman dan sanksi yang bisa mengancam mata pencaharian pedagang. Maka, edukasi dan ajakan kepada pemilik warung lebih disarankan.
"Lakukan pendekatan persuasif agar penjual rokok menolak, menjual rokok kepada anak," tutur Risky.
Selain mengedukasi pemilik warung, penting juga mengedukasi orang dewasa untuk tidak meminta anak membeli rokok di warung, karena nantinya ada sanksi yang menanti untuk si anak.
"Poin selanjutnya dalam revisi PP 109 tahun 2012, ada sanksi apabila satpol PP mendapati dalam pengawasannya ada transaksi rokok, anak akan terjerat saat kedapatan membeli rokok, itu jangan sampai terjadi," pungkas Risky.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2647 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1267 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 908 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 830 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 657 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun