Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warung Kelontong Mesti Diedukasi, Tidak Jual Rokok ke Anak

Sabtu, 21 Agustus 2021, 16:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Warung Kelontong Mesti Diedukasi, Tidak Jual Rokok ke Anak

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pedagang dan warung kelontong jadi bumerang untuk menurunkan angka perokok anak di Indonesia. Ini karena sebagian masih menjual rokok pada anak.

Itulah mengapa, Peneliti Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) Risky Kusuma Hartono meminta pemerintah melarang penjualan rokok anak dan ibu hamil.

"Menjual rokok pada anak merupakan pelanggaran peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012, yang melarang menjual rokok kepada anak dan ibu hamil," ujar Risky dalam acara diskusi Accelerating SDGs Through EduTech, Sabtu (21/8/2021).

Meskipun hingga saat ini belum ada aturan jelas tentang sanksi dan praktik pelarangan ini, lantaran revisi PP 109 tahun 2012 tidak kunjung disahkan, maka yang bisa dilakukan saat ini adalah memberikan edukasi kepada pemilik warung untuk tidak menjual rokok kepada usia anak.

Kata Risky, alih-alih penegakan tindakan represif atau melalui hukuman dan sanksi yang bisa mengancam mata pencaharian pedagang. Maka, edukasi dan ajakan kepada pemilik warung lebih disarankan.

"Lakukan pendekatan persuasif agar penjual rokok menolak, menjual rokok kepada anak," tutur Risky.

Selain mengedukasi pemilik warung, penting juga mengedukasi orang dewasa untuk tidak meminta anak membeli rokok di warung, karena nantinya ada sanksi yang menanti untuk si anak.

"Poin selanjutnya dalam revisi PP 109 tahun 2012, ada sanksi apabila satpol PP mendapati dalam pengawasannya ada transaksi rokok, anak akan terjerat saat kedapatan membeli rokok, itu jangan sampai terjadi," pungkas Risky.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami