Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Syarat Indonesia Bisa Jadi Negara Menengah Atas di 2023

Sabtu, 21 Agustus 2021, 19:50 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/liputan6.com/

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Target Indonesia bisa kembali jadi negara menengah atas pada 2023 mendatang dinilai masih tercapai. Target itu dinilai bisa tercapai asal ekonomi Indonesia bisa cepat pulih di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira pun menilai proyeksi tersebut masih reachable, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5-6 persen.

Bhima juga mengingatkan, tantangan eksternal sampai 2023 juga tidak mudah karena ada ketidakpastian eksternal yang tinggi dari tappering off The Fed, gelembung aset, sampai gejolak geopolitik

"Di dalam negeri kuncinya penanganan pandemi Covid-19 efektif di 2022 dan memulihkan trust konsumen untuk belanja," ujar Bhima dikutip Liputan6.com, Sabtu (21/8/2021).

Selain itu, dia mendorong agar pemerintah bisa memacu dan memperluas ekspor suatu komoditas bukan hanya dilihat dari sisi nilai jualnya saja.

"Dari sisi ekspor peluangnya harus dioptimalkan bukan hanya mengikuti harga komoditas, tapi juga memacu ekspor produk bernilai tambah. Sehingga dampak ke serapan kerja dan kenaikan pendapatan masyarakat bisa lebih tinggi," imbuhnya.

Selanjutnya, Bhima mengutarakan, perkembangan ekonomi digital pun perlu dipastikan lebih memprioritaskan produk lokal dibanding impor.

"Target menjadi negara berpendapatan menengah ke atas harus jadi sasaran antara atau intermediate, karena tujuannya adalah lepas dari jebakan kelas menengah," pungkas Bhima.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami