Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




42 Tahun Lapas Tangerang Belum Perbaiki Instalasi Listrik

Rabu, 8 September 2021, 17:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Kemenkumham/Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang diduga disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik.

Hal itu diungkapkan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly saat mengunjungi Lapas Kelas I Tangerang, Rabu (8/9/2021).

Dia mengungkapkan, dugaan tersebut muncul lantaran sudah puluhan tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak pernah melakukan perbaikan instalasi listrik sejak dibangun pada akhir 1970-an.

"42 tahun sejak itu (dibangun) kita tidak memperbaiki instalasi listrik. Ada penambahan daya, tapi instalansi tidak," ujar Yasonna dikutip dari Liputan6.com

Menurut dia, untuk penyebab pastinya, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

"Sekarang Puslabfor Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut, karena kita enggak mau spekulasi. Kasat mata dugaannya arus pendek," ujar Yasonna soal kebakaran lapas itu.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. Kebakaran tersebut melahap 1 dari 7 blok yang ada di area lembaga pemasyarakatan itu.

Dirjen PAS Kemenkumham Reinhard Silitonga mengatakan, blok yang terbakar adalah blok C2 Lapas Kelas I Tangerang.

"Lapas ini ada 7 blok, di mana per blok itu ada 9 kamar. Nah, yang terbakar ini adalah blok C2, di mana di situ ada aula dan 9 kamar," ujar dia saat meninjau lokasi kebakaran, Rabu (8/9/2021).

Beruntung, kata dia, lokasi masing-masing blok di Lapas Kelas I Tangerang berjauhan. Oleh karena itu, api tak merambat ke blok lain.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami