Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Merasa Tertukar Saat Bayi, Remaja Tuntut Rumah Sakit Rp50 M

Kamis, 9 September 2021, 09:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Merasa Tertukar Saat Bayi, Remaja Tuntut Rumah Sakit Rp50 M

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Seorang remaja di Spanyol menuntut rumah sakit hingga Rp50 miliar setelah mengetahui jika dirinya tertukar saat bayi. Menyadur Sky News Rabu (8/9/2021), remaja yang tidak disebutkan namanya tersebut menuntut sebuah rumah sakit di La Rioja, Spanyol 3 juta euro atau sekitar Rp50 miliar.

Tuntutan tersebut dilayangkan setelah mengetahui jika dirinya tertukar dengan bayi lain ketika menjalani perawatan. Hal tersebut terungkap ketika gadis itu secara kebetulan melakukan tes DNA. Hasilnya menunjukkan jika dia tidak memiliki hubungan genetik dengan ibu dan ayahnya.

Gadis itu mengira jika dirinya tertukar ketika dia dan bayi lain sama-sama lahir dengan berat badan kurang dan ditempatkan di inkubator. Petugas medis Spanyol berdalih jika insiden tersebut merupakan kesalahan manusia dan menyalahkan sistem yang belum canggih.

"Itu adalah kesalahan manusia dan kami belum dapat menemukan siapa yang harus disalahkan," buka Sara Alba, kepala kesehatan wilayah La Rioja utara Spanyol.

"Sistem saat itu berbeda dan tidak terkomputerisasi seperti sekarang," sambungnya. Alba berjanji jika insiden seperti itu tidak akan terjadi lagi.

Kasus tersebut terungkap ke publik setelah surat kabar lokal, La Rioja, menerbitkan berita tentang adanya bayi tertukar pada Selasa (7/9/2021). Laporan tersebut dibenarkan oleh seorang wanita yang mengaku jika ia tertukar dengan bayi lain. Namun, hingga kini identitas dari wanita tersebut belum diidentifikasi.

Insiden bayi tertukar sempat terjadi di Prancis pada tahun 1994. Kedua wanita yang tertukar tersebut mendapatkan kompensasi 400.000 euro (Rp sekitar Rp6,7 miliar nilai tukar saat ini).

Kedua ibu bayi tersebut awalnya mempertanyakan identitas bayi mereka, namun perawat bersikeras jika tidak ada kesalahan. Kasus tersebut terungkap satu dekade kemudian ketika salah satu ibu melakukan tes DNA kepada anaknya.

Kasus serupa juga pernah terjadi di di AS pada tahun 1995. Paula Johnson mengetahui pada tahun 1998 bagaimana Callie, bayi perempuan yang dibesarkannya selama tiga tahun, bukanlah putrinya.

"Saya marah karena saya tidak memiliki hubungan darah dengan anak kandung saya," katanya pada 2013.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami