Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Hilang Sebulan, KM Bali Permai 169 Hingga Kini Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabar terbaru dari Kapal Motor (KM) Bali Permai 169 yang mengalami lost contact (hilang kontak) di Samudera Hindia ternyata sudah berlangsung sejak sebulan lalu, tepatnya Selasa 27 Juli 2021.
Dalam penjelasannya, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Bali, Gede Darmada mengungkapkan KM Permai 169 berangkat dari Pelabuhan Benoa, pada Sabtu 10 Juli 2021, menuju fishing ground yang rencananya hingga awal November 2021.
Kapal tersebut dinahkodai Musadi dengan 19 anak buah kapal rata-rata dari Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Komunikasi terakhir antara pemilik kapal dengan awak kapal dilakukan menggunakan radio, pada Sabtu 24 Juli 2021," ujar Gede Darmada, pada Kamis 9 September 2021.
Tiga hari kemudian tepatnya Selasa 27 Juli 2021 sekitar pukul 17.21 WITA, kapal dengan call sign YE 4178 berukuran panjang 27,5 meter dan lebar 7,65 meter itu hilang kontak. Hilangnya kapal dilaporkan pada Jumat 30 Juli 2021 sekitar pukul 11.30, oleh Made Yudiarta dari PT Putra Jaya Kota, selaku pemilik kapal.
Selanjutnya, kata Gede Darmada, kapal sudah tak terdeteksi pada Vessel Monitoring System (VMS) atau tracking pemilik kapal. Berdasarkan data VMS tersebut, Last Known Position (LKP) atau lokasi kapal berwarna hijau, putih, dan merah terakhir berada pada koordinat 29° 20.202' S - 100° 55.074' T atau berjarak sekitar 1.471 Nautikel Mile dari Kantor SAR Denpasar dan 791 Nautikel Mile dari Perth Australia.
"Setelah lost kontak pencarian dilakukan setelah berkoordinasi dengan JRCC Australia serta stakeholder terkait telah melaksanakan operasi SAR," terangnya.
Selain itu, kata Darmada, pihak perusahaan turut melakukan pencarian dengan menurunkan beberapa kapalnya. Namun hingga kini belum membuahkan hasil. Tanda tanda kapal tersebut tenggelam belum ada kejelasan.
Pasalnya, apabila kapal tersebut tenggelam akan terlihat puing-puing kapal atau para nelayan menyelamatkan diri dengan menggunakan life jacket.
"Kami melihat tanda-tanda seperti itu sama sekali tidak ada. Pencarian menggunakan pesawat Australia 2 hingga 3 kali penerbangan juga dioptimalkan," bebernya.
Menurutnya, pencarian dihentikan di hari ke 7 yakni pada 2 Agustus 2021 namun tetap melakukan monitoring. Pihaknya mengambil analisa bahwa hilangnya kapal tersebut ada dua kemungkinan tenggelam atau keluar dari area itu.
"Kemungkinan tenggelam. Tapi kalaupun mereka tidak sadar kapalnya tertelan badai misalnya, sepertinya yang tadi hasil analisa kami dengan perusahaan karena itu kapal kayu mestinya segawat apapun bocornya, pasti ada pecahannya," ungkap Gde Darmada sembari mengatakan pihak keluarga sudah dihubungi terkait insiden ini.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4614 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2418 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2073 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1674 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1115 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun