Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Hilang Sebulan, KM Bali Permai 169 Hingga Kini Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabar terbaru dari Kapal Motor (KM) Bali Permai 169 yang mengalami lost contact (hilang kontak) di Samudera Hindia ternyata sudah berlangsung sejak sebulan lalu, tepatnya Selasa 27 Juli 2021.
Dalam penjelasannya, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Bali, Gede Darmada mengungkapkan KM Permai 169 berangkat dari Pelabuhan Benoa, pada Sabtu 10 Juli 2021, menuju fishing ground yang rencananya hingga awal November 2021.
Kapal tersebut dinahkodai Musadi dengan 19 anak buah kapal rata-rata dari Jawa Timur dan Jawa Barat.
"Komunikasi terakhir antara pemilik kapal dengan awak kapal dilakukan menggunakan radio, pada Sabtu 24 Juli 2021," ujar Gede Darmada, pada Kamis 9 September 2021.
Tiga hari kemudian tepatnya Selasa 27 Juli 2021 sekitar pukul 17.21 WITA, kapal dengan call sign YE 4178 berukuran panjang 27,5 meter dan lebar 7,65 meter itu hilang kontak. Hilangnya kapal dilaporkan pada Jumat 30 Juli 2021 sekitar pukul 11.30, oleh Made Yudiarta dari PT Putra Jaya Kota, selaku pemilik kapal.
Selanjutnya, kata Gede Darmada, kapal sudah tak terdeteksi pada Vessel Monitoring System (VMS) atau tracking pemilik kapal. Berdasarkan data VMS tersebut, Last Known Position (LKP) atau lokasi kapal berwarna hijau, putih, dan merah terakhir berada pada koordinat 29° 20.202' S - 100° 55.074' T atau berjarak sekitar 1.471 Nautikel Mile dari Kantor SAR Denpasar dan 791 Nautikel Mile dari Perth Australia.
"Setelah lost kontak pencarian dilakukan setelah berkoordinasi dengan JRCC Australia serta stakeholder terkait telah melaksanakan operasi SAR," terangnya.
Selain itu, kata Darmada, pihak perusahaan turut melakukan pencarian dengan menurunkan beberapa kapalnya. Namun hingga kini belum membuahkan hasil. Tanda tanda kapal tersebut tenggelam belum ada kejelasan.
Pasalnya, apabila kapal tersebut tenggelam akan terlihat puing-puing kapal atau para nelayan menyelamatkan diri dengan menggunakan life jacket.
"Kami melihat tanda-tanda seperti itu sama sekali tidak ada. Pencarian menggunakan pesawat Australia 2 hingga 3 kali penerbangan juga dioptimalkan," bebernya.
Menurutnya, pencarian dihentikan di hari ke 7 yakni pada 2 Agustus 2021 namun tetap melakukan monitoring. Pihaknya mengambil analisa bahwa hilangnya kapal tersebut ada dua kemungkinan tenggelam atau keluar dari area itu.
"Kemungkinan tenggelam. Tapi kalaupun mereka tidak sadar kapalnya tertelan badai misalnya, sepertinya yang tadi hasil analisa kami dengan perusahaan karena itu kapal kayu mestinya segawat apapun bocornya, pasti ada pecahannya," ungkap Gde Darmada sembari mengatakan pihak keluarga sudah dihubungi terkait insiden ini.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1454 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1231 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 679 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 569 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 541 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung