Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Jawaban Menparekraf Sandi Ditanya Kapan Pariwisata Dibuka
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengakui kerap ditanya kapan pariwisata dibuka. Ia mengatakan turis asing sulit untuk datang ke Indonesia, karena ada serangkaian aturan ketat yang harus dipatuhi.
Aturan ketat itu, di antaranya turis asing harus melakukan karantina mandiri lebih dulu di hotel selama 8 hari, menjalani tes swab PCR untuk Covid-19 dan lain sebagainya.
"Saya tiap hari dikejar kapan buka. Kita ingin sosialisasi baik kepada seluruh pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, lebih dulu kita memastikan bahwa kita siap. Setelah siap, kita pasti akan membuka pariwisata dengan seluruh protokol kesehatan yang ketat," ujar Sandiaga dalam acara Global Tourism Forum, Selasa (14/9/2021) dikutip dari Suara.com.
Kesiapan yang dimaksud Sandiaga, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang mensyaratkan minimal 70 persen pelaku dan petugas di sektor pariwisata harus sudah divaksinasi, sebelum pariwisata diizinkan dibuka kembali.
"Ini yang sedang disiapkan, dengan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Jadi narasi tunggalnya adalah vaksinasi dan protokol kesehatan," imbuh Sandiaga.
Seraya menunggu syarat ini terpenuhi, kata Sandiaga, pihaknya berharap sektor pariwisata tidak terkontraksi atau pemasukan berkurang lebih dari 80 persen, seperti yang terjadi pada tahun 2020 lalu.
"Harapan kita tentunya, begitu pariwisata kita sudah siap dibuka dengan kesiapan dari segi vaksinasi dan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) maupun juga fasilitas kesehatan kita," jelas Sandiaga.
Selanjutnya, menurut Sandiaga, tren pariwisata dan ekonomi kreatif di kemudian hari akan berpusat pada sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan, yang berfokus pada lamanya turis berada di daerah destinasi wisata, menginap di akomodasi lebih lama.
Lewat pariwisata berkelanjutan juga, quality spending bisa terwujud, yang nantinya wisatawan diharapkan mampu mengeluarkan uang secara berkelanjutan untuk para pengelola akomodasi penginapan, pelaku kuliner dan pelaku bisnis fesyen karena durasi kunjungan wisatawan jadi lebih lama di satu daerah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1477 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 693 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 582 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung