Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Respon Ombudsman Soal Dugaan MC Perempuan Didiskriminasi

Selasa, 14 September 2021, 21:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Respon Ombudsman Soal Dugaan MC Perempuan Didiskriminasi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Dugaan diskriminasi perempuan dalam kegiatan Gubernur Bali Wayan Koster viral di sosial media. 

Peristiwa itu terungkap setelah pembawa acara, Putu Dessy Fridayanthi pada akun IG-nya, mengungkapkan bahwa ia tak boleh tampil di panggung dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Bali, belum lama ini. 

Terhadap peristiwa itu, sejumlah tokoh turut angkat bicara. Petisi agar Gubernur Bali menyetop diskriminasi itu pun beredar. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali, Umar Ibnu Khatab menyayangkan peristiwa itu terjadi justru pada acara resmi pemerintah. 

Diwawancarai Selasa (14/9), menurutnya peristiwa tersebut menggambarkan betapa diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi dan dilakukan secara mencolok.

"Secara khusus perlakuan ini masuk dalam kategori maladmnistrasi yakni tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah terhadap seorang warga negara," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar hal semacam tidak perlu diulangi lagi dan meminta pemerintah agar menghindari diri dari intervensi pihak manapun, yang berupaya mengubah rencana kegiatan formal yang melibatkan pembawa acara perempuan, serta berupaya menjelaskan kejadian ini kepada publik secara gamblang agar diketahui duduk perkaranya. 

Hikmah yang bisa diambil dari peristiwa adalah, sebutnya, pertama, kita menyadari bahwa peran perempuan sudah sedemikian luas, tidak lagi sibuk dengan urusan domestik saja.

Perempuan, kata dia, punya potensi dan kompetensi yang equal, yang setara dengan laki-laki. Kedua, kita menangkap pesan bahwa perempuan tidak lagi mudah dibatasi, mereka memiliki cara untuk keluar dari batasan-batasan sosial yang ada, dan itu ditunjukkan dengan menyampaikan masalah diskriminasi yang dialaminya secara terbuka kepada publik. 

"Oleh karena itu, perlakuan yang tidak fair pada perempuan akan berdampak cukup luas terhadap reputasi seseorang," ungkapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami