Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Sumbawa Diguncang Gempa Jenis Dangkal, Ini Penyebabnya
BERITABALI.COM, NTB.
Wilayah Sumbawa diguncang gempa bumi tektonik, Kamis (16/9) pukul 16.55.58 WITA.
Menurut analisa BMKG, gempa bumi ini berkekuatan Magnitudo 4,3. Dengan episenter terletak pada koordinat 8,34° LS; 117,22° BT. Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 kilometer timur Pernang, Kecamatan Buyer, Kabupaten Sumbawa, pada kedalaman 10 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar naik busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault)," kata Ardianto Septiadhi, Kepala Stasiun Geofisika Mataram, dalam siaran pers, Kamis (16/9).
Dampak gempa berdasarkan laporan masyarakat, jelas Ardianto berupa guncangan dirasakan di wilayah Sumbawa III MMI (Getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa bumi tersebut.
Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan, bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.
"Hingga Kamis (16/9) pukul 17.33 WITA, hasil monitoring BMKG mencatat adanya tiga aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)," ujar Ardianto.
Kepada masyarakat lanjutnya, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa. Ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Serta pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG, yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi dan telah terverifikasi," pungkas Kepala Stasiun Geofisika Mataram.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1259 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 977 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 805 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik