Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Persaingan Sutedja dan Mantik Pada Pilgub Bali Pertama
Sejarah Kelam G30S 1965 di Bali (12)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Buku "Nasib Para Sukarnois: Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966, yang ditulis oleh penulis Aju menyebutkan, pembantaian di Propinsi Bali merupakan yang paling buruk dalam sejarah kekerasan politik di Indonesia.
Bermula tahun 1950, sebagai salah satu pejuang kemerdekaan, Anak Agung Bagus Sutedja (27 tahun) ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Kepala Daerah Bali, yang saat itu masih berstatus Provinsi Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT).
Periode jabatan pertama Anak Agung Bagus Sutedja sebagai Kepala Daerah Tingkat I Bali berakhir tahun 1958.
Pada tahun 1958, ketika Bali resmi menjadi provinsi otonom, Anak Agung Bagus Sutedja kalah dalam perolehan suara melawan I Nyoman Mantik (sesama pejuang kemerdekaan) di dalam sidang paripurna pemilihan Kepala Daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) Tingkat I Bali.
Anak Agung Bagus Sutedja dan I Nyoman Mantik, sama-sama kader terbaik Partai Nasional Indonesia (PNI) di Propinsi Bali.
Karena Presiden Soekarno menilai Anak Agung Bagus Sutedja lebih cerdas dan selalu beriringan dengan keinginan pemerintah pusat dalam tata kelola pemerontahan, perolehan suara terbanyak bagi Nyoman Mantik sama sekali tidak dijadikan pertimbangan.
Anak Agung Bagus Sutedja ditetapkan Presiden Soekarno sebagai Gubernur Bali periode kedua, berdasar Surat Keputusan Presiden Soekarno, Nomor 412/M Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.
Anak Agung Bagus Sutedja dilantik menjadi Gubernur Bali di Denpasar, tanggal 5 Desember 1959 yang dicatat sebagai Gubernur Bali pertama.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang