Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Viral Video Kekerasan Anak di Depan Sekolah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video emak-emak pukuli anak di bawah umur di Gresik Jawa Timur beredar luas di media sosial. Video itu viral sebab perempuan diduga ibunya itu melakukan kekerasan di depan publik. Bahkan video berdurasi 12 detik itu memperlihatkan sang ibu menganiaya dengan menjambak anaknya yang masih berseragam sekolah.
Besar kemungkinan, anak tersebut pulang dari sekolah dan dijemput ibunya. Jika dilihat dari video yang beredar, lokasi penganiayaan berada di warung PKL di Jalan Arif Rahman Hakim Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Ibu dan anak itu saat kejadian berada di warung jus depan SMA 1 Gresik dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. Namun salah satu komentar netizen di akun Instagram @gresiknews mengungkapkan kejadian sebenarnya. Akun dengan atasnama @geraimini_bundanita mengaku kebetulan berada di lokasi membenarkan kejadian penganiayaan.
"Bener min aku sampai gemeter liatnya. Tadi aku pas di soto bang Aji sebelahnya jus ini. Kalau dengar dari omelan emak ke anaknya, kayae ada masalah dengan suaminya. Anak jadi pelampiasan. Entah awalnya gimana, si anak diomelin sambil dijewer, diceples, disentil mulutnya. Sambil bolak-balik anaknya dibilang meluwo bapakmu wae kono," tulisnya.
Lebih lanjut, sang ibu juga mengancam membunuh anaknya lalu mengirim mayatnya ke bapaknya si anak. Entah itu hanya kemarahan belaka, namuan ucapan itu dianggap tak pantas jika keluar mulut dari sang ibu.
"Anaknya nangis sesengukan malah ditampar, sambil bilang babahno lambemu getihen (biarkan lidahmu berdarah) anaknya tetap menangis. Eh ibunya malah minta cabe ke tukang soto. Udah diingatkan sama tukang soto agar tidak keterlaluan, ibunya malah ambil sambel soto yang dimeja terus ditoletin ke mulut anaknya dong," tambahnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Iptu Wahyu Rizki Saputro membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung turun tangan dengan mendatangi rumah pelaku dan korban. Kepada awak media, dia mengaku, jika perkara sudah diselesaikan dengan mediasi.
"Motif penganiayaan tersebut karena pelaku kesal terhadap anaknya yang tidak mau makan di tempat pedagang kaki lima tersebut dan meminta makan di rumahnya sendiri," kata Iptu Wahyu Kamis (22/9/2021).
"Sehingga pelaku kesal lalu memukul dan menjambak anak kandungnya sendiri agar mau makan," tambahnya.
Kepada polisi, pelaku mengaku menyesal atas semua perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi. Pelaku bahkan sudah membuat surat pernyataan bermaterai tidak akan mengulanginya lagi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1491 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1124 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 968 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 859 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik