Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Pandemi, Bali Mulai Geser Orientasi dari Pariwisata Massal
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mulai melandainya kasus Covid 19 di Indonesia terlebih di Bali yang ditandai dengan penurunan level, dari level 4 ke level 3 merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk menyusun kembali program dan strategi pengembangan pariwisata demi mendukung pertumbuhan ekonomi.
Seiring dengan pandemi Covid-19, konsep pariwisata massal (mass tourism) yang selama ini menjadi andalan untuk mengejar kuantitas wisatawan, kedepan diharapkan mulai berubah menjadi pariwisata berkualitas (quality tourism).
Kualitas yang diharapkan wisatawan ke depan terkait dengan pelayanan, ketersediaan infrastruktur di daerah tujuan wisata, belanja, dan lama tinggal di daerah destinasi wisata.
Perubahan itu juga mendukung tatanan normal baru yang lebih mengutamakan interaksi dengan alam dan mementingkan cara menjaga lingkungan pada setiap destinasi wisata.
Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof.Dr.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menjadi Keynote Speaker sekaligus membuka acara Bincang Pariwisata: Kebijakan Terkini Bea Cukai Dalam Mendukung Wisata Mice dan Event di Indonesia, yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) secara daring pada Rabu (29/9).
Lebih lanjut, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa Pariwisata berkualitas memberikan manfaat, tidak hanya bagi ekonomi negara, tetapi juga kemajuan masyarakat di destinasi wisata secara utuh dan berkesinambungan.
Selain memberikan dampak pada perekonomian nasional, penyelenggaraan Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE) pun turut mendongkrak popularitas daerah yang didapuk menjadi tuan rumah even MICE berskala internasional. Hal ini pun akan berdampak signifikan pada pengembangan bisnis, sosial-budaya, dan pendidikan.
Untuk itu, kedepan kaitannya dengan wisata Mice dan Event, Wagub Cok Ace meminta sinergi Bea Cukai dalam menerapkan aturan yang dapat mendukung hal tersebut, sehingga para wisatawan merasa terbantu ketika di lapangan. Selain itu, dengan penerapan protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability) yang saat ini sudah digalakkan baik pada akomodasi penginapan atau kuliner akan semakin memberikan keyakinan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali.
“Sebentar lagi jika tidak ada halangan even mandalika lombok akan memberikan kontribusi yang positif bagi pariwisata Bali selain itu G-20 pada tahun 2022 tentunya akan mendongkrak pariwisata Bali, untuk itu saya harap kedisiplinan dalam prokes akan tetap menjadi perhatian masyarakat, sehingga kasus covid-19 di Bali akan terus melandai dan border internasional dapat segera dibuka,” pungkasnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4338 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2024 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1887 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1559 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1381 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan