Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Job Fair Karangasem Sepi Pelamar, Padahal 5,9 Ribu Orang Mengganggur
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ribuan lowongan kerja tersedia di Karangasem, namun minat pencari kerja untuk memanfaatkan kesempatan tersebut masih rendah. Fenomena ini terlihat dalam bursa kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Karangasem saat pameran pembangunan beberapa waktu lalu.
Dalam job fair tersebut, perusahaan menyediakan sedikitnya 3.611 lowongan pekerjaan. Namun, jumlah pencari kerja yang mengajukan lamaran hanya mencapai 222 orang.
Kondisi tersebut menjadi sorotan lantaran Karangasem masih memiliki ribuan warga yang belum bekerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Agustus 2025 terdapat sekitar 5,9 ribu orang menganggur di Karangasem, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 1,80 persen.
Baca juga:
Bangli Cegah PMI Ilegal Lewat Job Fair
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Karangasem, I Ketut Mertadina, mengakui rendahnya jumlah pelamar dalam bursa kerja tersebut menjadi kondisi yang cukup anomali.
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya minat pencari kerja adalah kecenderungan memilih pekerjaan yang dianggap sesuai dengan keinginan mereka.
“Memang sedikit anomali saat ini, tidak hanya terjadi di Karangasem tapi juga di beberapa wilayah di Bali. Kebanyakan masih gengsi dan terlalu pilih-pilih kerja,” kata Mertadina, Jumat (28/8/2026).
Mertadina menjelaskan, rendahnya jumlah pelamar tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Sebagian pencari kerja mempertimbangkan lokasi pekerjaan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal.
Selain itu, pekerjaan yang tersedia terkadang tidak dianggap sesuai dengan keterampilan atau kompetensi pencari kerja. Faktor lain yang turut menjadi pertimbangan adalah besaran gaji yang dinilai belum memenuhi harapan.
Padahal, sebagian besar lowongan yang dibuka melalui job fair tersebut merupakan pekerjaan dengan penempatan di wilayah Karangasem.
Disnaker Karangasem juga telah berupaya memperluas informasi mengenai lowongan kerja yang tersedia. Penyebaran informasi dilakukan melalui media sosial serta jaringan masing-masing kecamatan.
Dengan demikian, persoalan yang dihadapi bukan semata-mata minimnya kesempatan kerja, tetapi juga bagaimana mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan minat dan kualifikasi pencari kerja di Karangasem.
Di tengah tersedianya lapangan pekerjaan lokal, Mertadina mengatakan sebagian generasi muda Karangasem justru lebih tertarik mencari pekerjaan di luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri. Sektor kapal pesiar menjadi salah satu pilihan yang diminati anak-anak muda Karangasem, selain berbagai pekerjaan di luar daerah.
“Kebanyakan saat ini, terutama anak-anak muda lebih memilih bekerja ke luar negeri. Entah di kapal pesiar atau di darat,” ujarnya.
Kondisi tersebut berpotensi membuat kebutuhan tenaga kerja di Karangasem harus dipenuhi dari luar daerah apabila lowongan yang tersedia tidak diminati pencari kerja lokal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4722 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2531 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2173 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1790 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun