Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Pengelola Objek Wisata Minta Syarat Wajib PCR Ditinjau Ulang
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wajib PCR sebagai syarat masuk Bali minta ditinjau ulang oleh Pengelolaan objek wisata di Gianyar.
Seperti diungkapkan CEO Taman Safari Group Indonesia, Daniel Hartono saat ditemui Senin (25/10) di Bali Safari and Marine Park Gianyar. Menurutnya, kewaspadaan tetap harus dilakukan.
Namun kebijakan yang terkesan dipaksakan ini dinilai kurang pas. Persyaratan ini dinilai memberatkan, bahkan terkesan ada kemunduran. Sebab saat PPKM level IV sebelumnya, syarat masuk Bali cukup tes antigen. Justru setelah turun level menjadi II, syarat masuk Bali justru diperketat.
"Kita mengertilah kebijakan pemerintah. Tapi pemberlakuan tes PCR, terus terang memberatkan. Dari antigen ke PCR, selisihnya bisa dipakai nginap dan makan. Itu memang memberatkan. Harapan saya agar itu ditinjau ulang," ujarnya.
Diakui, pemberlakuan tes PCR ini berpengaruh pada tingkat kunjungan. Sejak dibuka 11 September 2021, Rata-rata kunjungan per hari sekitar seratusan wisatawan domestik. Namun ketika ada kebijakan PCR tersebut, kembali terjadi penurunan.
"Ya sekitar 10% turun," ujarnya didampingi General Manajer Jennifer Suryadi.
Namun demikian, operasional dan perawatan terhadap satwa dipastikan tidak ada pengurangan. Daniel optimis pandemi akan segera berakhir.
"Kita tahu badai pasti berlalu, maka itu kita tetap merawat tempat konservasi ini," jelasnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Harapannya, awal Tahun 2022 pemerintah memberikan kemudahan bagi turis internasional berlibur ke Bali.
"Karena dampaknya ke masyarakat Bali, sumber penghasilan utama dominan dari pariwisata. Seperti yang saya lihat sendiri di Renon, banyak mobil mewah harus berdagang macam-macam. Dan saya dengar itu mantan pemilik travel agent," ungkapnya.
General Manajer Bali Safari and Marine Park, Jennifer Suryadi menambahkan bahwa pasca dibuka kembali tanggal 11 September 2021 lalu, jumlah kunjungan ke taman satwa yang berlokasi di Jalan Bypass Ida Bagus Mandra, Desa Serongga, Gianyar, rata-rata 100 hingga 200 orang per harinya.
"Kalau weekend dan tanggal merah bisa meningkat dua kali lipat, dan didominasi wisatawan domestik," ujarnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 580 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 450 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 440 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan