Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Usaha Jajanan Rini Juga Layani Pasien Karantina di Jembrana

Selasa, 26 Oktober 2021, 12:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Usaha Jajanan Rini Juga Layani Pasien Karantina di Jembrana.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Wanita asal Lingkungan Satria Pendem, Kelurahan Pendem, Kecamatan Negara, Jembrana, Rini Rumidah (32) memulai usaha pembuat jajanan sejak 2 tahun lalu. 

Berawal dari hobi berjualan, ia lantas berkolaborasi dengan teman hingga bisa berbisnis jajanan pie susu Khazanah oleh-oleh khas Bali Barat dengan berbagai citra rasa mulai dari rasa original, coklat, stroberi dan juga rasa keju. 

Rini Rumidah mengungkapkan jajanannya yang berupa kue basah juga melayani suvenir kue untuk hajatan, Snack box (kotak jajan) untuk acara rapat, bahkan kue pesanan acara perkawinan dan upacara lainnya. 

Ia mengerjakan semua jajanan bersama keluarga terutama dibantu kakak perempuan dan bibi. Sedangkan untuk pengiriman jajanan bisa dilakukan dengan ojek online (ojol). 

"Pesanan bervariasi dari 100 kotak sampai 900 kotak ketika itu belum masa pandemi. Pandemi justru mendapat pesanan untuk Snack Box untuk yang terisolasi baik yang diisolasi atau karantina di sekolah dan di hotel seputaran Jembrana. Waktu itu pesanan sering berubah karena ada yang masuk dan ada yang keluar saat di karantina," jelasnya.

Ia merinci untuk pesana  bagi pasien yang dikarantina dari jumlah 150 kotak kue, dengan keuntungan kotor saat itu Rp.2 juta. Nominal itu belum termasuk beli bahan baku dan pengembalian modal usaha.

"Kalo keseharian kue-kue di taruh di outlet toko, dan warung. Untuk pie susu ada juga membuka cabang orang lebih mengenalnya di belakang sekolah MAN Negara dan dan sebelah kantor KUA Jalan Ngurah Rai 123C Negara," katanya.

Rini Rumidah juga mengatakan, omzet untuk pie susu dalam 2 Minggu mendapat Rp1 juta dan sama dengan kue lainnya belum termasuk pembuatan bahan. Dengan hasil sangat minim dan butuh pasar yang lebih luas, ia berharap bisa mendapat perhatian pemerintah daerah.

"Sebagai seorang ibu dan sebagai ayah juga dari putri semata wayang bahkan butuh biaya baik sekolah dan kebutuhan keseharian, dan jangan malu untuk berusaha apapun dilakukan asal halal dan berkah," tutupnya

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami