Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Coca-Cola Meriahkan Rare Angon Festival 2026, Angkat Karya Seniman Layangan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Coca-Cola Indonesia turut ambil bagian dalam pelestarian budaya Bali melalui keikutsertaannya pada Rare Angon International Kite Festival 2026 yang digelar di Pantai Mertasari, Sanur, pada 23–26 Juli 2026. Perusahaan menghadirkan layangan kreasi bertema jersey Coca-Cola hasil karya seniman muda asal Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari dukungan terhadap festival layang-layang bertaraf internasional tersebut.
Layangan kreasi berukuran enam meter dengan lebar tiga meter itu diterbangkan selama rangkaian festival berlangsung. Karya tersebut dibuat oleh I Komang Angga Mardiana bersama para pemuda di desanya dalam waktu satu minggu.
“Ini untuk memeriahkan Rare Angon Festival, sekaligus ikut menjaga budaya Bali khususnya layangan kan sudah menjadi budaya pemuda di sini,” tuturnya saat ditemui pada Minggu (26/7/2026).
Selain menghadirkan layangan kreasi, Coca-Cola Indonesia juga membuka stan selama festival berlangsung untuk mendukung kebutuhan minuman bagi para pengunjung. Kehadiran sektor swasta tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam menyukseskan salah satu agenda budaya terbesar di Bali.
Rare Angon Festival 2026 berlangsung meriah dengan diikuti 96 peserta internasional dari 23 negara serta sekitar 1.000 pelayang dari berbagai daerah di Indonesia. Festival ini menjadi ajang promosi budaya Bali sekaligus memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata berbasis budaya.
Tidak hanya menampilkan atraksi layang-layang tradisional dan modern, Rare Angon Festival tahun ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan budaya seperti workshop, lomba Baleganjur, lomba Pindekan, lomba Sunari, hingga lomba Kober Layangan. Sebanyak 26 kategori diperlombakan untuk layang-layang tradisional, sedangkan peserta internasional menyuguhkan atraksi layang-layang dalam format pertunjukan (show).

Pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan layang-layang malam hari, kuliner UMKM lokal, hiburan keluarga, serta berbagai aktivitas edukatif yang menambah daya tarik festival.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Rare Angon International Kite Festival 2026 di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (25/7/2026). Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam melestarikan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
“Festival ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Denpasar, khususnya kawasan Sanur,” ujar Arya Wibawa.
Ketua Rare Angon Festival 2026, Gede Eka Suryawirawan, mengatakan festival ini bukan sekadar ajang kompetisi layang-layang, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai budaya melalui seni tradisional yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Bali.
Selain layang-layang tradisional khas Bali, festival juga memperkenalkan berbagai jenis layang-layang modern sebagai bagian dari perkembangan olahraga dan seni layang-layang dunia. Salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung adalah sport kite dan revolution kite, yakni jenis layang-layang bermanuver tinggi yang dikendalikan menggunakan beberapa tali sehingga memungkinkan pemain mengatur arah terbang secara lebih presisi.
Menurutnya, penyelenggaraan Rare Angon Festival 2026 semakin kuat berkat dukungan sektor swasta yang ikut berkolaborasi dalam menjaga keberlangsungan kegiatan budaya tahunan tersebut. Keterlibatan Coca-Cola Indonesia dinilai menjadi salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya Bali.
“Kolaborasi tersebut tidak hanya membantu penyelenggaraan acara, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga tradisi budaya Bali agar tetap lestari sekaligus dapat terus dikenal oleh masyarakat luas, termasuk wisatawan dan peserta internasional yang hadir selama festival berlangsung,” jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan