Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Geliat Usaha Anggrek yang Tumbuh Ketika Pandemi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wanita bernama Ida Ayu Putu Mahayoni (40) merupakan pemilik usaha Merta Ayu Ochid di Jalan WR Supratman, Jembrana sudah menggeluti 4 tahun memelihara tanaman hortikultura berupa jenis anggrek.
Putu Mahayoni yang berasal dari Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, ini memilih melanjutkan usaha bisnis anggrek orang tuanya dengan jenis hibrid dan species.
Untuk yang paling sering laku di pasaran, menurutnya adalah anggrek jenis dendrobium dan anggrek bulan. Dalam perawatannya, ia mengaku tidak sulit hanya menggunakan mediasi arang dan pupuk organik untuk bisa menghasilkan bunga yang cukup cantik.
"Untuk jenis anggrek dendrobium dijual mulai harga Rp.85 ribu bahkan sampai Rp.3 juta. Sedangkan anggrek bulan dari harga Rp.125 ribu hingga Rp.150 ribu. Hal yang mendasar dalam merawat adalah di pupuk organik," jelasnya.
Ida Ayu Putu Mahayoni mengatakan, omzet penjualan anggreknya jika dalam kondisi sepi dan pasarnya hanya menyasar para penggemar dan pecinta anggrek rata-rata per hari bisa mencapai juga Rp.1,5 juta.
"Sebagai pecinta dan penghobi anggrek jangan takut untuk memelihara tanaman anggrek, walau lahan kecil tapi tentu bisa menghasilkan usaha mandiri. Usaha apapun bila ditekuni tentu bisa berhasil jika ditekuni dengan sabar," katanya.
Yang patut disyukurinya saat ini ketika masa pandemi, justru pendapatannya mulai meningkat. Selain karena banyak yang di rumah yang malah membuat pecinta anggrek berkebun dan brand usahanya yang sudah dikenal di kalangan pecinta dan penghobi anggrek.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli