Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Geliat Usaha Anggrek yang Tumbuh Ketika Pandemi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Wanita bernama Ida Ayu Putu Mahayoni (40) merupakan pemilik usaha Merta Ayu Ochid di Jalan WR Supratman, Jembrana sudah menggeluti 4 tahun memelihara tanaman hortikultura berupa jenis anggrek.
Putu Mahayoni yang berasal dari Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, ini memilih melanjutkan usaha bisnis anggrek orang tuanya dengan jenis hibrid dan species.
Untuk yang paling sering laku di pasaran, menurutnya adalah anggrek jenis dendrobium dan anggrek bulan. Dalam perawatannya, ia mengaku tidak sulit hanya menggunakan mediasi arang dan pupuk organik untuk bisa menghasilkan bunga yang cukup cantik.
"Untuk jenis anggrek dendrobium dijual mulai harga Rp.85 ribu bahkan sampai Rp.3 juta. Sedangkan anggrek bulan dari harga Rp.125 ribu hingga Rp.150 ribu. Hal yang mendasar dalam merawat adalah di pupuk organik," jelasnya.
Ida Ayu Putu Mahayoni mengatakan, omzet penjualan anggreknya jika dalam kondisi sepi dan pasarnya hanya menyasar para penggemar dan pecinta anggrek rata-rata per hari bisa mencapai juga Rp.1,5 juta.
"Sebagai pecinta dan penghobi anggrek jangan takut untuk memelihara tanaman anggrek, walau lahan kecil tapi tentu bisa menghasilkan usaha mandiri. Usaha apapun bila ditekuni tentu bisa berhasil jika ditekuni dengan sabar," katanya.
Yang patut disyukurinya saat ini ketika masa pandemi, justru pendapatannya mulai meningkat. Selain karena banyak yang di rumah yang malah membuat pecinta anggrek berkebun dan brand usahanya yang sudah dikenal di kalangan pecinta dan penghobi anggrek.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 549 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 405 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 404 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan