Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
Wanita Ini Sisihkan Gaji Selama 9 Tahun, Kini Bisa Beli 2 Rumah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang wanita di China berhasil beli dua rumah dengan menyisihkan 90 persen gajinya dalam waktu 9 tahun. Karena gaya hidup super hemat ini, ia kerap dicibir pelit oleh orang lain.
Gaya hidup minimalis memang sedang tren di China dengan ratusan ribu orang berbagi 'tips menghemat uang' di grup media sosial pribadi.
Salah satu yang sukses adalah Wang Shenai, wanita 32 tahun dari Nanjing dan anggota dari 400.000 kelompok online bernama Frugal Women's Federation.
Dia populer di antara rekan-rekannya karena teknik penghematan uangnya yang ekstrem, tapi juga memicu kontroversi di kalangan masyarakat terutama setelah wawancaranya viral.
Dalam wawancara itu, Wang Shenai duduk di program Tencent "Talking to Strangers" untuk diskusi strategi penghematan uang dan pandangannya tentang konsumerisme.
Wang tumbuh di rumah kecil yang kumuh dan begitu mendapat pekerjaan, dia mulai menabung untuk beli rumah.
Ia mengatakan paling bahagia ketika menabung dan menghabiskan uang membuatnya cemas sementara mnyisihkan uang memberinya rasa aman.
Selama sembilan tahun terakhir, Wang dan suaminya berhasil menghemat sekitar 90 persen dari pendapatan bulanan mereka sambil membesarkan dua anak.
Hasilnya, mereka bisa membeli dua rumah meskipun orang lain mengatakan gaya hidupnya terlalu ekstrem.
Wang menggunakan barang bekas dan hanya menghabiskan 100 yuan untuk pakaian dalam setahun. Semua pakaiannya adalah sumbangan dari teman-teman yang tidak mau memakainya lagi.
Pengakuan ini telah menarik banyak kritikan online dengan orang-orang memanggilnya "pelit" dan mengklaim dia menderita penyakit mental.
Namun, dia mengatakan tak pernah mendorong siapa pun untuk mengikuti gaya hidupnya dan setiap orang berbeda juga bebas untuk melakukan apa yang mereka inginkan.
Wang mengatakan setelah bekerja di perusahaan periklanan dan pemasaran, dia jadi tahu bahwa merek menciptakan kebutuhan buatan untuk meningkatkan perilaku belanja sehingga orang-orang akan membayar barang yang sebenarnya tidak mampu mereka beli, hanya untuk merasa puas.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik