Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Masyarakat Diminta Waspada Narkoba Sintetis Jenis Baru
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seiring perkembangan teknologi di dunia saat ini, masyarakat diminta mewaspadai munculnya berbagai macam narkoba sintetis jenis baru.
Bahkan dari data United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) menemukan adanya 1.047 News Psychoactive Substances (NPS) atau narkoba jenis baru yang sudah beredar luas di masyarakat dunia di tahun 2020.
"Dunia saat ini sudah beredar 1.047 NPS jenis baru, masyarakat diminta waspada," beber Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Selasa 23 November 2021.
Brigjen Sugianyar mengatakan UNODC menggelar pertemuan sidang daring dengan sejumlah negara negara Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Pasifik, pada Senin 22 November 2021.
Sidang yang dipimpin Manager UNODC Global Smart Programme Mr. Martin Raithelhuber itu dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi BNN RI, Drs. Agus Irianto, SH., MH., MSi., Ph.D.,bertempat di ruang Media Center War On Drugs BNNP Bali.
Menurut Brigjen Sugianyar, sidang UNODC itu digelar guna mengidentifikasi sumber NPS, ekspansinya ke pasar dan perkembangan situasi peredaran narkoba sintetis. Termasuk industri kimia serta pertukaran informasi untuk memerangi dan menangani tantangan yang ada.
"Dalam pertemuan itu UNODC menyampaikan update implementasi Smart Programme. Dimana telah terjadi peningkatan penyitaan methamphetamine pada 2019, yakni sebanyak 325 ton," terang jenderal bintang satu di pundak ini.
Diterangkanya lebih lanjut, UNODC adalah Perserikatan Bangsa Bangsa yang dibentuk tahun 1997. Sebagai kantor yang mengurusi kontrol narkoba dan pencegahan kejahatan yang mengkombinasikan program kontrol narkoba internasional PBB dan divisi keadilan kriminal dan pencegahan kejahatan.
Menurutnya, wilayah Asia Tenggara masih menjadi lokasi produksi dan peredaran meth dalam skala besar. Sehingga menjadi salah satu wilayah yang terdampak narkoba sintetis secara serius.
"Metode pengiriman narkoba paling banyak via jalur pos. Di sisi lain pengiriman skala besar melalui melalui kargo laut menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi sehingga dibutuhkan pertukaran informasi untuk kesuksesan operasi dan pengungkapan kasus," ungkapnya.
Di Bali, kata Jenderal asal Gianyar ini, pihak BNNP sudah melakukan berbagai upaya sejalan tagline "War On Drugs" yang diprogramkan Kepala BNN RI Komjen DR Petrus Reinhard Golose.
Dimana penanggulangan penyalahgunaan narkotika dilakukan secara holistik. Dengan mengedepankan hard power sebagai langkah pemberantasan, smart power melalui pengembangan teknologi informasi, dan upaya soft power yaitu pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi.
"Tiga program ini adalah hal yang terpenting demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. Penanganan program rehab harus ditangani dari berbagai aspek. Salah satunya adalah melalui pendekatan rehab dengan merangkul seluruh kalangan, mahasiswa, seniman, musisi, youtuber, dan konten kreator kami gandeng untuk perang lawan narkoba," ujarnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 340 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 250 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 153 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan