Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 7 September 2026
Denfest ke-14, Libatkan Musisi Hingga Mantan Pecandu Narkoba
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Denpasar Festival atau Denfest yang diinisiasi Pemkot Denpasar melalui Dinas Pariwisata yang memasuki tahun ke-14 siap digelar.
Hal tersebut terungkap dalam konfrensi pers Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama awak media cetak, online dan elektronik di Kota Denapsar, Selasa (7/12) di Gedung Dharma Negara Alaya.
Jaya Negara menyampaikan bahwa tema tahun ini adalah Arsa Wijaya yakni "Kemenangan Harapan", yang menjadi petanda dan perayaan bahwa kreativitas adalah kekuatan untuk mengatasi kesulitan, terutama dalam krisis multidimensi pandemi Covid-19.
Program Denfest tahun ini merupakan ruang dan kreativitas bagi kreator dan pelaku UKM sebagai program padat karya berbasis seni budaya.
Pada gelaran Denfest di masa pandemi saat ini tidak hanya mementingkan aspek hiburna namun memberikan kesempatan kepada para seniman dan kreator yang keterlibatannya tahun ini mencapai 1400 seniman, musisi, hingga UKM Denpasar.
Dijelaskan Jaya Negara bahwa Denfest sebgaai event tahunan Denpasar telah terkurasi dan terpilih sebagao salah satu festival berskala nasional dari gelaran bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Terpilihnya Denfest tidak terlepas dari konseptualisasi yang bertemu pada aspek kreativitas berbasis inovasi dan teknologi digital, aspek kolaborasi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat dan juga aspek penerapan protokol kesehatan, CHSE yaitu cleanliness atau kebersihan, Health yakni kesehatan, safety yakni keamanan dan Environment Sustainability atau kelestarian lingkungan yang ketat.
Pelaksanaan tahun ini tidak lagi dipusatkan di Patung Catur Muka, namun dilaksnaakan menyebar di empat Kecamatan.
Yang meliputi acara seremonial secara ofline di Gedung Dharma Negara Alaya, selanjutnya event juga dilaksanakan di Plaza Pasar Badung, Wantilan Desa Adat Poh Gading di Kecamatan Denpasar Utara, Banjar Abasan Tegal Buah untuk Kecamatan Denpasar Barat, Wantilan Pengerebongan Kesiman Petikan Kecamatan Denpasar Timur, Wantilan Desa Adat Renon Kecamatan Denpasar Selatan dan Pantai Merthasari Muntig Siokan Sanur.
"Sebaran lokasi ini untuk membatasi munculnya kerumunan yang rentan dalam masa pandemi, sehingga diharapkan pelaksanaan Denfest dapat berjalan aman, lancar dan sehat," ujarnya.
Sementara Kadis Pariwisata Dezire Mulyani menyampaikan pelaksanaan Denfest berlangsung dari tanggal 10 sampai dengan 23 Desember mendatang.
Setiap lokasi kegiatan Denfest menurut Dezire telah didata dan disesuaikan kebutuhan terhadap daya dukung yang tersedia dengan proses terdeteksi melalui pemindaian Kode Reaksi Cepat (QR Code) PeduliLindungi.
Sehingga diharapkan seluruh element masyarakat merasa aman dan nyaman selama menyaksikan maupun mengunjungi Denfest dengan disiplin prokes.
Denfest mendorong adaptasi partisipasi dan penonton agar menikmati secara virtual melalui live streaming yang disiarkan pada kanal youtube kreativi denpasar.
"Kehadiran masyarakat Denpasar dalam setiap agenda Denfest wajib memenuhi prokes dan mewajibkan mengunduh aplikasi peduli lindungi," ujarnya.
Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan bahwa semua seniman, Musisi dan pengisi acara sebelum tampil akan di swab antigen.
Sebelum acara, saat menghadiri peresmian Desa Bersinar di Desa Pemogan, Wawali bertemu dengan salah satu mantan pecandu narkoba yang dibina oleh Yayasan Bali Samsara dan BNN Provinsi Bali.
Dia menyebut mantan pecandu narkoba yang kini berjualan es boba akan diberi kesempatan untuk tampil di DenFest ke-14.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3191 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 651 Kali
Kebakaran Gudang Rongsokan Sunset Road Diduga Dipicu Gas
Dibaca: 580 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman