Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Karantina di Hotel Perempuan Ini Habiskan Kocek Rp13,7 Juta

Selasa, 14 Desember 2021, 13:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Karantina di Hotel Perempuan Ini Habiskan Kocek Rp13,7 Juta

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Bagi orang yang usai berkunjung ke luar negeri, kebijakan karantina memang masih digalakan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 yang dibawa dari luar negeri.

Seorang pemilik akun TikTok membagikan pengalamannya berkarantina selama 10 hari. Bagi yang berlibur ke luar negeri mereka harus menginap di hotel untuk karantina, berbeda dengan pelajar atau TKI yang bisa di Wisma Atlet.

"Kalau kalian keluarga besar yang banyak anaknya pikir-pikir dulu deh kalau mau liburan, karantinannya lama cuy," tulis akun @queensabrina.

Karantina dengan lebih dari seminggu membuat pemilik akun tersebut menghabiskan Rp13,7 juta per kamar.

Padahal dia memesan 5 kamar untuk keluarganya, sehingga jumlah uang yang harus ia keluarkan berkisar Rp68,9 juta.

"Pertanyaan gue, pas gue berangkat peraturan karantina 3 hari, pas pulang jadi 10 hari kalau enggak punya duit buat bayar karantina gimana? Dipenjara kah?," tambah akun tersebut.

Fasilitas Tak Sepadan

Sayangnya meskipun pemilik akun @queensabrina membayar mahal, fasilias tak sepadan.

Pada hari pertama lampu kamar hotel mati. Menurutnya ia bangun dengan keadaan gerah dan gelap karena hotel yang mati lampu.

Selain itu, ia tidak diperbolehkan memesan makanan menggunakan ojek online.

"Jangankan GoFood ya, jadi di samping hotel yang gue nginep itu ada ruko-ruko dan di situ ada pembalut, terus kemarin gue minta tolong masnya buat beliin pembalut aja masnya bilang enggak bisa bu kita harus belinya di Indomaret, padahal kenapa di sini kan bisa lebih cepat," ujar pemilik video.

"Yang isolasi di rumah sakit aja, dia bisa terima makanan dari luar bisa GoFood bisa dikirim makanan dari keluarganya, la gue diperlakukan lebih-lebih dari orang yang Covid-19," imbuhnya.

Respons Warganet

Video yang diunggah pada Minggu (12/12/21) itu tentu mengundang berbagai respons dari warganet.

"Ini sih parah banget, kalau gue yang ada diposisi itu udah gue ngamuk-ngamuk dikira duit segitu dikit kali ya," komentar warganet.

"Hotel untuk karantina udah enggak sebanyak dulu, hanya sekitar 10-15 hotel se-Jakarta yang kerjasama untuk program karantina. Jadi full terus," imbuh warganet lain.

"Di Indonesia apa-apa dibisnisin. Sodara gue dari indo ke belanda, karantinanya di apartemennya sendiri jadi enggak perlu bayar, intinya enggak boleh keluar 3 harian," tambah warganet.

"Bukan masalah karantina di hotelnya, tapi bayar hotel belasan juta tapi fasilitasnya kurang sepadan," timpal lainnya.

"Jadi dibuat bisnis karantinanya, negeri yang aneh," tulis warganet di kolom komentar.(sumber: suara.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami