Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Cewek Karantina di Hotel Habis Rp59 Juta Tuai Pujian
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang cewek yang menceritakan momen karantina mandiri di hotel menjadi viral. Ia membongkar biaya karantina selama 9 hari setelah datang berpergian di luar negeri.
Cerita ini dibagikannya di akun TikTok @valeriaaurora. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 280 ribu kali dan mendapatkan 15 ribu tanda suka.
"Kita harus tetep ikutin peraturan ya. Akhirnya keluar juga ya," tulis cewek ini sebagai keterangan TikTok.
Dalam video, cewek ini sedang karantina mandiri di sebuah hotel Jakarta. Ia menunjukkan kamar hotel miliknya yang terlihat mewah. Kamarnya itu juga memiliki pemandangan jendela yang mengarah ke bunderan HI.
Sang cewek mengatakan dirinya sudah menyelesaikan karantina mandiri selama 9 hari. Ia pun bersiap membayar seluruh tagihan hotel dan kembali pulang ke rumahnya.
"Hari ini akhirnya keluar juga dari kamar hotel ini. Pokoknya udah di sini itu 9 malem. Terus sama ngelihat view kayak gini," cerita cewek ini.
"Terus akhirnya hari ini check out, jadi langsung bayar full semuanya hari ini," lanjutnya.
Cewek ini juga menunjukkan nota pembayaran hotel selama 9 malam. Total, ia mengeluarkan uang lebih dari Rp59 juta untuk melakukan karantina pencegahan penyebaran virus corona.
"Nah ini, buat yang nanya kemarin karantina harganya berapa selama 9 malem, ini semua full-nya. Rp59.278.000," kata cewek ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan biaya puluhan juta itu sudah termasuk makanan. Pasalnya, ia tidak boleh memesan makanan dari luar hotel selama melakukan karantina.
"Kira-kira segini ya harganya buat 2 kamar. Padahal awalnya cuma bayar buat 3 hari. 9 malem di kamar, full makan dari hotel dan gak boleh order makanan di luar," tulisnya dalam keterangan video TikTok.
Cewek ini pun mengeluh dirinya tidak akan sanggup jika harus melakukan karantina di hotel selama 1 bulan. Bukan masalah biaya, namun ia mengakui akan bosan menghabiskan 30 hari di kamar hotel mewah tersebut.
"Aku kayaknya kalau karantina selama 1 bulan gak mau deh. Mesti bosen banget di sini," akunya.
Walau begitu, cewek ini memberikan pesan bijak bahwa dirinya sebagai warga negara harus mematuhi aturan yang ada. Meski menjalani hari membosankan di hotel, tetapi semua ini dilakukan demi keselamatan bersama.
"Cuma kita sebagai warga Indonesia, kita harus patuh buat ikutin peraturan karantina. Walaupun sampai 10 hari, bayangin 10 hari di sini. Bye bye kamar," pungkasnya.
Cerita cewek tersebut yang sampai mengeluarkan kocek Rp59 juta justru banjir pujian. Warganet memuji perempuan kaya itu yang tetap mau mentaati peraturan pemerintah, alih-alih menyuap demi menghindari karantina seperti kasus Rachel Vennya.
Warganet juga menuliskan beragam komentar syok dan kocak mengenai gaya hidup cewek itu yang bak sultan.
"Mending ngeluarin uang Rp40 juta buat karantina di hotel up to bintang 5 gak sih? Dibanding nyuap TNI cuma gegara gak pengen karantina," komentar warganet.
"Buna mending ngeluarin Rp50 juta deh daripada sanksi sosial dihujat seluruh Indonesia," sindir warganet.
"Gak usah patuh sih mbak, yang penting sopan aja," sentil warganet.
"Ini orang kaya beneran mentalnya juga kaya," puji warganet.
"Cici pas bilang, 'Kayaknya kalau sampai 1 bulan gak deh di sini'. Kirain gara-gara mahal tapi cuma karena bosan," celutuk warganet.
"Kalau dia karantina sebulan bosan, kalau gue karantina sebulan gak kuat bayar hotel," tambah yang lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2151 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1996 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1481 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1367 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli