Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Pria Naik ke Keranda Mayat di Tengah Iringan Jenazah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria malah menaiki keranda mayat, ditengah iring iringan Jenazah dan menertawainya, viral di media sosial.
Sebuah video viral tak sepantasnya beredar di jagad maya membuat netizen geleng kepala sejak Minggu (26/12/2021). Video itu berlatar suasana jalanan pedesaan, dengan iring iringan Jenazah menuju ke tempat peristirahatan terakhir. Tampak beberapa warga pria tengah menggotong keranda mayat sembari berjalan.
Tak ada yang aneh, hingga ketika seorang pria berbaju karang taruna Desa Taji yang memegang bagian penyangga belakang keranda tiba tiba melompat, sembari bertumpu pada pegangan keranda itu dan bergelantungan diatas keranda mayat. Si perekam video alih-alih mengingatkan dan melarang justru menertawakan tindakan tak pantas itu.
Parahnya lagi, si pria yang juga mengenakan topi krem ini malah mengulangi atraksinya, bergelantungan di atas keranda mayat bagian belakang dengan berpegang penyangga keranda, bahkan sampai menyilangkan kaki diudara, lagi lagi si perekam hanya tertawa.
Warga sekitar maupun para pria yang menggotong Jenazah itu tampak tak peduli dengan aksi tak terpuji pria bertopi ini. Rekaman video tersebut diduga berada di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kejadian ini. Unggahan yang diposting oleh akun @indoviralin itu sontak menyulut amarah warganet. Berbagai hujatan pun terurai di kolom komentar.
"Doa gue semoga segera ditangkap," tulis akun @indrakong***.
"Kubur hidup hidup tu orang," sahut yang lain @fboedi***.
"Setan tu," timpal akun @gp.cone***.
"Kualat ni orang," kata akun @trisno_har***.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun