Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Seorang Ibu Pilih Hidup di Dalam Hutan, Ini Alasannya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kisah Syarifah Maryam Assegaf seorang ibu yang mulia diulas dalam video Youtube fadhilah berbagi. Ia memilih hidup di dalam hutan demi menjaga anaknya supaya tidak menganggu para tetangga.
Anak laki-lakinya ini mengalami gangguan jiwa. Sehingga suka melakukan hal di luar nalar manusia.
"Jadi, ibunda Syarifah Maryam ini punya satu anak. Anak ini suka datang hal artinya di luar nalar kemanusiaan ini orang," terang Bang Man Mahdaly.
Ibu Syarifah hanya tinggal berdua dengan sang anak di tengah hutan. Mereka tinggal di rumah yang berbeda tetapi masih berdampingan.
Sudah 10 tahun lamanya, Ibu Syarifah tinggal berdua dengan anaknya di tengah hutan. Video yang diunggah pada 24 Desember 2021 kemarin telah ditonton 192.020 kali.
Warganet dibuat salut dan terharu dengan kasih sayang Ibu Syarifah terhadap anaknya.
"Masyaallah Tabarakallah, air mata ini hampir menetes melihat ini, kasih sayang seorang ibu memang tiada batasnya," komentar seorang warganet.
"Subhanallah hubabah Syarifah Maryam Assegaf semoga Allah panjangkan umur beliau sehat selalu," tulis yang lain.
"Salut aku dengan Ibu Syarifah Mariyam," imbuh lainnya.
"Ibuuuu. Ibuuuuu. Ibuuuu, ya Allah lindungi ibuku Syarifah ini," timpal warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun