Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Bupati Gianyar Klaim Netral Saat Pemilihan Perbekel Serentak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemilihan Perbekel/Kepala Desa serentak di Kabupaten Gianyar pada 16 Januari 2022 akan diikuti 13 desa. Selama masa tenang, para calon perbekel dikumpulkan di Taman Kapten Wayan Dipta, Rabu (12/1) untuk deklarasi damai.
Pada kesempatan itu, Bupati Gianyar, Made “Agus” Mahayastra mengaku netral tidak memihak calon manapun.
Di hadapan para calon perbekel, Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Gianyar itu menegaskan netral dan tidak ikut dukung mendukung.
“Saya kenal semua calon, saya pastikan saya netral,” tegas Agus Mahayastra.
Politikus yang sempat menjadi Ketua DPRD Gianyar dan menjabat Wakil Bupati itu menjunjung tinggi demokrasi. “Karena saya tidak mau melukai demokrasi. Biarlah masyarakat menentukan pilihannya sendiri,” ujarnya.
Saat deklarasi damai, Mahayastra meminta calon perbekel mengikuti seluruh proses pemilihan dengan baik dan menghormati hasil pemilihan nanti.
“Siapa yang terpilih adalah kehendak Tuhan melalui pilihan masyarakat. Menang banyak atau tipis, hormati. Kalau kompetisinya berjalan dengan baik dengan fair,” ujarnya.
Deklarasi di depan Patung Kapten Dipta yang baru rampung untuk mengingat semangat Kapten Dipta selama tempur.
“Berbekal semangat yang sama menjadi calon kades untuk membangun desa dan Kabupaten Gianyar, situasi sudah kondusif persiapan secara teknis clear. Sekarang minggu tenang tinggal menunggu pencoblosan dan semoga berjalan lancar,” jelasnya.
Setelah terpilih, bupati meminta tidak ada lagi pendukung salah satu calon. “Melainkan semangat bersama untuk membangun desa. Setelah terpilih nanti kita harus melepas sekat-sekat,” tutup dia.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun