Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bocah Tewas Terseret Air Bah

Senin, 17 Januari 2022, 12:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bocah Tewas Terseret Air Bah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Wilda (10 tahun), salah satu korban terseret air bah di sungai kelurahan Kolo lingkungan Bonto Kecamatan Asakota Kota Bima ditemukan meninggal dunia, Sabtu (15/1). 

Korban bersama seorang temannya hanyut terseret arus sungai yang diakibatkan banjir bandang di gunung saat pulang dari memupuk tanaman jagung, Kamis (13/1). 

Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH mengatakan, korban yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) ini ditemukan tim SAR gabungan mengambang di laut pukul 06.20 WITA.

“Ditemukan arah barat sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian,” kata Nanang, Minggu (16/1). 

Korban asal desa setempat dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. “Sudah diserahkan ke pihak keluarga,” tambah Nanang.

Kamis (13/1) sekitar pukul 15.00 WITA, korban bersama seorang temannya hanyut terseret arus sungai yang diakibatkan banjir bandang di gunung saat pulang dari memupuk tanaman jagung. Salah satu korban berhasil diselamatkan beberapa saat setelah kejadian.

Tim rescue Pos SAR Bima, TNI, Polri,  BPBD, TSBK, potensi 204 Mataram, warga setempat, dan unsur lainnya melakukan pencarian di permukaan dan bawah air dengan penyelaman dari lokasi kejadian hingga ke laut.  

Akhirnya korban ditemukan saat memasuki pencarian hari ketiga. Korban tewas di air juga menimpa Baiq Natul Hanisa (12 tahun). Siswi kelas VI SD itu harus meregang nyawa setelah berusaha menyelamatkan rekannya yang tercebur ke dalam bendungan. Ia ditemukan dalam kondisi terapung di dalam air dan dinyatakan meninggal setelah berusaha dibawa ke Puskesmas.

Peristiwa itu sendiri terjadi di Bendungan Batu Jangkih 1 Desa Batu Jangkih Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/1) sekitar pukul 13.00 Wita. 

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Hery Indra Cahyono SH SIK MH melalui Kapolsek Praya Barat Daya, Iptu Samsul Bahri menjelaskan, berdasarkan keterangan di tempat kejadian, awalnya sekitar pukul 12.00 WITA ada kumpulan anak-anak yang mandi maupun memancing di pinggir bendungan Batu janglih 1. 

Dari kumpulan anak-anak tersebut terdapat tiga orang yang berasal dari Dusun Batu Jangkih sedang mandi di pinggir bendungan. Namun pada saat itu salah seorang di antaranya, yakni, Lesti (11 tahun) tercebur akibat kepleset sehingga terjatuh ke dalam bendungan.

Rupanya melihat temannya terjatuh ke bendungan salah seorang rekannya, Husnul Khuswatun Hasanah (12 tahun) tidak berani menolong, sehingga, Baiq Natul Hanisa berusaha membantu Lesti dengan cara masuk ke dalam bendungan. Upayanya itu rupanya berhasil ia lakukan, sehingga Lesty keluar dari bendungan. 

Namun nahas bagi Baiq Natul Hanisa, sebab ia malah kecebur dan tenggelam kembali ke bendungan. Mengetahui hal itu, sejumlah warga membantu Lesti dibawa ke puskesmas menggunakan kendaraan roda dua untuk mendapat perawatan medis. Sementara sejumlah warga lain dibantu Bhabinkamtibmas setempat berusaha mencari dan menyisir keberadaan korban yang hilang tenggelam.

Sekitar pukul 14.30 WITA, korban Baiq Natul Hanisa akhirnya ditemukan dalam posisi mengambang di bendungan. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas Batu Jangkih oleh warga yang dibantu  Bhabinkamtibmas Desa Batu Jangkih, Aipida L Sahwan menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan perawatan. 

Namun setelah sampai di Puskesmas nyawa Baiq Natul Hanisa tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

“Korban Baiq Natul Hanisa ditemukan pada kedalaman sekitar 10 meteran lebih. Sementara kondisi Lesti sudah mulai membaik," kata Kapolsek,  Jumat (14/1/).

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami