Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Diprotes, Warga Tidak Terdampak Tol Justru Diundang Konsultasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Banyaknya kesalahan data pemilik tanah yang terdampak jalur tol membuat semua masyarakat maupun pihak desa menjadi bingung.
Warga yang tanahnya tidak terkena jalur tol namanya keluar dan diundang dalam konsultasi publik tahap II pembangunan jalan tol. Namun, justru warga yang tanahnya terkena jalur jalan tol tidak mendapat undangan.
Hal tersebut terungkap saat konsultasi publik tahap II rencana pembangunan ruas jalan tol Gilimanuk - Mengwi digelar di Jembrana Selasa (18/1/2022) hingga Kamis (20/1/2022).
Belum validnya data tersebut ditegaskan Perebekel Desa Penyaringan I Made Dresta saat menghadiri konsultasi publik tahap II pembangunan jalan tol di Gor Krisna Jvara Lingkungan Dauhwaru, Jembrana, Selasa (19/2/2022) siang.
Ia mengatakan banyak sekali warga yang tanahnya tidak kena jalur tol mendapat undangan sosialisasi.
Menurut data belum valid sehingga masih tidak jelas.
"Mengapa warga yang tidak mempunyai tanah di jalur tol tersebut bisa mendapat undangan. Kami harap nantinya data lebih valid sehingga ke depan warga tidak ribut," jelasnya.
Sementara Tim Persiapan Pembangunan Jalan Tol I Gede Adiratma saat hendak dimintai keterangan agar awak media mengonfirmasi Perwakilan dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Ketut Kariasa.
Namun dia sempat mengatakan sumber data yang belum valid tersebut bersumber dari tim instansi pemohon dalam hal ini bersumber dari Bina Marga. Hal tersebut ada dalam di dokumen DPPT (Dokumen PerencanaanPengadaan Tanah).
Menurut Adiratma, setelah dibentuk tim ketua pelaksana pengadaan tanah, untuk mengidentifikasi dan memverifikasi warga yang tanahnya terkena jalur tol.
"Sebelumnya lahan jalur tol Gilimanuk Mengwi diambil dari satelit sehingga data tanah warga yang terkena jalur tol tersebut belum valid," tutupnya.
Sebelumnya Ketut Kariasa mengatakan saat ini proses masih tahapan persiapan pembangunan jalan tol. Dimana dalam tahapan ini, dilakukan tiga kali konsultasi publik.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4453 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2094 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1997 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1632 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1470 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan