Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 31 Agustus 2026
Tumpek Uye, Puluhan Ribu Ikan Langka Dikembalikan ke Habitat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Intruksi Gubernur Bali No. 1 Tahun 2022 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan upacara Danu Kerthi, Pemkot Denpasar memeringati hari Tumpek Uye dengan melepasliarkan hewan.
Baca juga:
Karangasem Diguncang Gempa Magnitudo 4,1
Menariknya hewan yang dilepas merupakan lintas habitat. Yakni benih ikan, burung serta ayam di Pura Bugbugan Ulun Danu Dam Oongan, Desa Adat Oongan Kelurahan Tonja.
Sebanyak 9 ekor burung dan 9 ekor ayam manca warna dilepaskan di kawasan pura. Sementara itu, untuk ikan ditebar sebanyak 10.000 ekor di aliran Tukad Oongan. Selain di Tukad Oongan, penebaran benih ikan juga dilaksanakan di seluruh wilayah desa adat se-Kota Denpasar.
Adapun jumlah keseluruhan benih ikan yang ditebar yakni 20 ribu ekor ikan
Wali kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan, ada beberapa kegiatan yang digelar serangkaian Tumpek Uye ini, yakni penyerahan perahu nelayan kepada Bendesa Adat Kesiman dan kelompok nelayan Forum Bendega di Pantai Padanggalak. Juga bekerjasama dengan desa adat serta yowana Penatih menebar benih ikan dan penanaman pohon.
"Untuk tingkat Kota Denpasar kami laksanakan di Dam Oongan karena punya sejarah tersendiri terkait dengan sistem pengairan di Denpasar. Secara sekala dilaksanakan penebaran benih ikan, pelepas liaran Burung dan Ayam,” kata dia.
Pelaksanaan Rahina Tumpek Uye juga dilaksanakan di tingkat Desa/Kelurahan, Desa Adat, Sekolah, OPD dan lingkungan masyarakat.
"Kami berharap perayaan Tumpek Uye ini bisa terus digelar di Denpasar sebagai upaya implementasi Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali sesuai dengan kearifan lokal," katanya.
Sementara Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara saat di temui di sela-sela kegiatan mengatakan, prosesi diawali dengan pelaksanaan persembahyangan di Pura Bugbugan.
Prsembahyangan bersama dipuput Ida Pedanda Made Taman Dwija Putra, Griya Paang, Banjar Paang Tengah Penatih
Prosesi juga dilaksanakan mulang pakelem ke aliran sungai Tukad Oongan. Setelah proses persembahyangan barulah dilaksanakan pelepasan burung, ayam dan benih ikan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4758 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2569 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2200 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1826 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1248 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun