Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemerintah Akan Bangun Pusat Riset Vaksin di Bali

Senin, 31 Januari 2022, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/bisnis.com/Pemerintah Akan Bangun Pusat Riset Vaksin di Bali

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah kini terus menjalankan riset terkait vaksin Covid-19. Sejumlah pusat pengembangan dan riset juga dibangun di Indonesia, salah satunya ada di Bali. Pusat riset ini juga dibangun dengan menggandeng produsen vaksin besar seperti Pfizer hingga Merck.'

 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Pemerintah berencana akan membangun pusat riset atau Research Center Vaksin di Provinisi Bali.

Menko Luhut menyampaikan dalam  pengembangannya, pemerintah akan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan farmasi ternama di dunia, seperti Merck, Pfizer, dan Cansino.

“Kedepan akan ada temuan vaksin-vaksin baru lagi kita gak tau, tapi yang jelas di bali kami (pemerintah) akan membuat research centre untuk Vaksin.

Itu kami kerja sama dengan  Merck, Pfizer, dan Cansino,” kata Menko Luhut  Binsar Pandjaitan dalam Sidang MPL PGI secara virtual, dikutip MPI Minggu (30/1/2022). 

Menko Luhut  mengungkapkan, Indonesia akan segera memulai produksi vaksin buatan dalam negeri yaitu vaksin Merah Putih. 

 

“Dan itu (vaksin merah putih) nanti akan mulai Juni pada tahun ini 2022 sudah produksi,” tambahnya.

Pemerintah juga tela berkomitmen dah tengah  fokus untuk mempercepat program Vaksinasi khususnya bagi  kalangan anak-anak. 

“Itu anak-anak yang belum disuntik kita dorong, dan elnery juga orang yang lebih tua dan komorbid, karena yang meninggal kami temukan itu banyak yang dari komorbid,” urainya.

Terkait dengan jenis vaksinyang telah digunakan di Indomesia, Luhut mengaku apa yang telah dimiliki oleh  pemerintah saat ini sudah paling baik dan tepat.

“Saya kira yang sekarang semua sudah baik dan standar WHO, jadi tidak ada lagi yang lebih bagus dari pada itu, dan saya juga ingatkan tetap protokol kesehatan adalah kunci,” pungkasnya. (Sumber : IDX Channel)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami