Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara

Sabtu, 11 Juli 2026, 10:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI) Dudy Purwagandhi menyepakati sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sistem transportasi udara, laut, dan darat di Provinsi Bali. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam rapat tersebut, Menteri Perhubungan menyatakan dukungan terhadap empat usulan prioritas yang diajukan Gubernur Bali. Program pertama adalah pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng menjadi bandara khusus guna membantu mengurangi beban pelayanan transportasi udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Program kedua yakni revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng dengan penyediaan layanan kapal Ro-Ro untuk mengurai kepadatan lalu lintas pada jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama saat musim libur panjang dan arus mudik Lebaran.

Selanjutnya, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Kusamba di Kabupaten Klungkung, Pelabuhan Amed di Kabupaten Karangasem, serta Pelabuhan Sangsit di Kabupaten Buleleng sebagai upaya memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Sementara itu, program keempat adalah pembangunan layanan Water Taxi di Kabupaten Badung. Moda transportasi ini diharapkan dapat menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu sehingga mampu memangkas waktu perjalanan dari sekitar 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30 menit.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu telah dirancang sebagai bandara khusus yang melayani berbagai kebutuhan, seperti pendaratan darurat ketika Bandara Ngurah Rai mengalami kendala operasional, penerbangan privat jet, penerbangan carter, logistik, hingga pengangkutan peralatan.

Menurut Koster, Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk badan usaha sebagai bentuk keseriusan menjalankan program tersebut. Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan pembebasan lahan dan membuka peluang investasi bagi pihak swasta yang ingin berpartisipasi.

"Untuk itulah, kami harapkan bandar udara Letkol Wisnu ini bisa mengatasi ‘problem’ lalu lintas udara di Bali, dan sampai saat ini belum berfikir untuk mengembangkan bandara komersial seperti bandara Ngurah Rai, karena Bali ini kecil kita harus mencegah lahan yang produktif agar tidak tergerus dan terancamnya pangan beserta ekosistem Subak yang telah ada, hal ini juga bagian untuk mewujudkan quality tourism di Bali," jelas Gubernur Bali.

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sistem transportasi di Bali. Menurutnya, tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat membuat kapasitas Bandara Ngurah Rai maupun transportasi penyeberangan laut semakin terbatas.

Ia menyebut pengembangan Bandara Letkol Wisnu akan menjadi fokus pemerintah karena merupakan pengembangan bandara yang sudah ada sehingga dinilai lebih siap untuk direalisasikan.

"Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kita bisa diwjudkan, agar Bali Utara bisa berkembang seperti di Bali Selatan. Saya akan tutup pembicaraan di Kubutambahan, dan lain sebagainya dan Saya akan pastikan di Letkol Wisnu, Buleleng menjadi fokus kami, karena kondisinya relatif ‘clear’ dan tidak ada lagi mengenai masalah lahan, termasuk lingkungan hidup," jelas Menteri Perhubungan.

Di sektor transportasi laut, Dudy mengungkapkan pihaknya telah meminta PT Pelindo melakukan revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang agar dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar maupun Banyuwangi. Sementara pengembangan Pelabuhan Amed dan Pelabuhan Sangsit akan ditawarkan kepada investor swasta untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk logistik dan pariwisata.

Menurutnya, pengembangan pelabuhan di Amed, Sangsit, maupun Kusamba diharapkan mampu membuka pusat pertumbuhan ekonomi dan destinasi wisata baru di luar kawasan Bali Selatan.

Terkait pembangunan Water Taxi di Kabupaten Badung, Menhub berharap seluruh fasilitas utama dapat rampung pada November 2026. Meski demikian, proses pembangunan masih menunggu penyelesaian normalisasi pantai oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

"Mudah - mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu," tegasnya saat didampingi Dirjen Perhubungan Udara, Dirjen Perhubungan Laut, dan Dirut PT. Pelindo dalam rapat yang berlangsung di Kertha Sabha.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami