Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Mahayastra Jawab Sentilan Koster Soal Absen di PKB: Dukungan Tak Hanya Diukur dari Kehadiran
beritabali/ist/Mahayastra Jawab Sentilan Koster Soal Absen di PKB: Dukungan Tak Hanya Diukur dari Kehadiran.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polemik mengenai kehadiran kepala daerah dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII mendapat tanggapan dari Bupati Gianyar, I Made "Agus" Mahayastra. Pernyataan ini muncul setelah Gubernur Bali Wayan Koster sempat menyinggung adanya bupati yang tidak pernah terlihat menyaksikan langsung penampilan peserta di Taman Budaya Art Center, Denpasar.
Sentilan tersebut belakangan mengarah kepada Bupati Gianyar. Menanggapi hal itu, Mahayastra membenarkan dirinya memang tidak hadir secara langsung di lokasi pelaksanaan PKB. Namun, ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya tidak bisa dimaknai sebagai kurangnya perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya Bali.
Usai mengikuti rapat paripurna di Kantor DPRD Gianyar, Selasa (14/7/2026), Mahayastra mengatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap kesuksesan Duta Gianyar dalam ajang PKB telah dilakukan secara maksimal sejak jauh sebelum pementasan berlangsung.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari kehadiran kepala daerah saat hari pelaksanaan, tetapi juga melalui proses panjang yang dimulai dari tahap perencanaan hingga pembinaan.
"Menyiapkan acara PKB itu dari perencanaan, anggaran, hingga latihannya, kan itu bobotnya hampir 90 persen. Sepuluh persen itu hanya kehadiran fisik saat hari-H. Jadi, sudah 90 persen tugas pemerintah kami tunaikan dengan matang," ujar Mahayastra kepada awak media.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah memberikan dukungan penuh melalui pengalokasian anggaran APBD, pembinaan para seniman, hingga penyediaan fasilitas latihan agar Duta Gianyar dapat tampil optimal di panggung Pesta Kesenian Bali.
Menurut Mahayastra, tahapan persiapan tersebut merupakan faktor utama yang menentukan kualitas penampilan para duta seni, sehingga tidak tepat apabila komitmen pemerintah hanya dinilai dari kehadiran fisik pada saat pertunjukan berlangsung.
Mahayastra juga meluruskan anggapan yang berkembang mengenai alasan ketidakhadirannya di Art Center. Ia menyebut pada saat pelaksanaan PKB, dirinya harus menghadiri agenda pemerintahan lain di Kabupaten Gianyar yang telah dijadwalkan dan tidak dapat ditinggalkan.
"Pas kebetulan saat acara PKB berlangsung, waktunya tabrakan dengan agenda daerah lain yang sama pentingnya. Tidak hadirnya saya bukan berarti saya sedang tidur di rumah. Tugas dan acara seorang bupati itu sangat banyak dan dinamis," tegas Mahayastra.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian seni dan budaya Bali melalui pembinaan, pendanaan, serta pendampingan bagi para seniman yang mewakili Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3223 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman