Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Mahayastra Jawab Sentilan Koster Soal Absen di PKB: Dukungan Tak Hanya Diukur dari Kehadiran
beritabali/ist/Mahayastra Jawab Sentilan Koster Soal Absen di PKB: Dukungan Tak Hanya Diukur dari Kehadiran.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polemik mengenai kehadiran kepala daerah dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII mendapat tanggapan dari Bupati Gianyar, I Made "Agus" Mahayastra. Pernyataan ini muncul setelah Gubernur Bali Wayan Koster sempat menyinggung adanya bupati yang tidak pernah terlihat menyaksikan langsung penampilan peserta di Taman Budaya Art Center, Denpasar.
Sentilan tersebut belakangan mengarah kepada Bupati Gianyar. Menanggapi hal itu, Mahayastra membenarkan dirinya memang tidak hadir secara langsung di lokasi pelaksanaan PKB. Namun, ia menegaskan bahwa ketidakhadirannya tidak bisa dimaknai sebagai kurangnya perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya Bali.
Usai mengikuti rapat paripurna di Kantor DPRD Gianyar, Selasa (14/7/2026), Mahayastra mengatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar terhadap kesuksesan Duta Gianyar dalam ajang PKB telah dilakukan secara maksimal sejak jauh sebelum pementasan berlangsung.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari kehadiran kepala daerah saat hari pelaksanaan, tetapi juga melalui proses panjang yang dimulai dari tahap perencanaan hingga pembinaan.
"Menyiapkan acara PKB itu dari perencanaan, anggaran, hingga latihannya, kan itu bobotnya hampir 90 persen. Sepuluh persen itu hanya kehadiran fisik saat hari-H. Jadi, sudah 90 persen tugas pemerintah kami tunaikan dengan matang," ujar Mahayastra kepada awak media.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Gianyar telah memberikan dukungan penuh melalui pengalokasian anggaran APBD, pembinaan para seniman, hingga penyediaan fasilitas latihan agar Duta Gianyar dapat tampil optimal di panggung Pesta Kesenian Bali.
Menurut Mahayastra, tahapan persiapan tersebut merupakan faktor utama yang menentukan kualitas penampilan para duta seni, sehingga tidak tepat apabila komitmen pemerintah hanya dinilai dari kehadiran fisik pada saat pertunjukan berlangsung.
Mahayastra juga meluruskan anggapan yang berkembang mengenai alasan ketidakhadirannya di Art Center. Ia menyebut pada saat pelaksanaan PKB, dirinya harus menghadiri agenda pemerintahan lain di Kabupaten Gianyar yang telah dijadwalkan dan tidak dapat ditinggalkan.
"Pas kebetulan saat acara PKB berlangsung, waktunya tabrakan dengan agenda daerah lain yang sama pentingnya. Tidak hadirnya saya bukan berarti saya sedang tidur di rumah. Tugas dan acara seorang bupati itu sangat banyak dan dinamis," tegas Mahayastra.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Pemerintah Kabupaten Gianyar tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian seni dan budaya Bali melalui pembinaan, pendanaan, serta pendampingan bagi para seniman yang mewakili Gianyar dalam ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5730 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan